Dari Tangan Warga Trenggiling Menuju Rimba
DARI kebun warga menuju hutan. Seekor trenggiling diselamatkan untuk menemukan habitatnya kembali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Reza Zurifwan
Seekor trenggiling akhirnya meninggalkan kebun warga di Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Bukan untuk dipelihara atau dipindahkan ke tempat lain, melainkan untuk diselamatkan dan dikembalikan ke habitat yang lebih aman.
Satwa dengan nama latin Manis javanica itu berhasil dievakuasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor setelah warga melaporkan keberadaannya.
Trenggiling tersebut kemudian diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah I Jawa Barat untuk menjalani proses rehabilitasi.
Laporan warga menjadi awal penyelamatan satwa langka tersebut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan, warga Desa Sukasirna sebelumnya melaporkan adanya beberapa ekor trenggiling yang berada di sekitar kebun.
Petugas dari Sektor Cariu kemudian menindaklanjuti laporan tersebut. Dari beberapa ekor yang dilaporkan, baru satu trenggiling yang berhasil dievakuasi.
“Warga Desa Sukasirna melaporkan ada beberapa ekor Trenggiling, namun yang baru berhasil kami evakuasi baru satu ekor,” tutur Yudi Santosa kepada wartawan, Senin (7/9).
Upaya pencarian belum berhenti. Jika petugas kembali menemukan kawanan trenggiling lainnya, satwa tersebut akan diserahkan kepada BBKSDA Wilayah I Jawa Barat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Bagi Yudi, laporan warga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga satwa dilindungi.
Kesadaran bahwa trenggiling bukan satwa untuk ditangkap atau dipelihara menjadi langkah awal agar keberadaannya tetap terjaga.
“Kami apresiasi warga Desa Sukasirna yang sudah melek hukum hingga ikut melindungi satwa langka ini, jika kawanan Trenggiling berhasil kami evakuasi lagi, maka akan diserahkan kembali ke BBKSDA Wilayah I Jawa Barat,” katanya.
Trenggiling sendiri merupakan salah satu satwa endemik yang habitatnya berada di kawasan Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango dan wilayah sekitarnya.
Keberadaannya menjadi bagian dari kekayaan hayati yang perlu dilindungi.
Setelah tiba di BBKSDA Wilayah I Jawa Barat, perjalanan trenggiling itu belum selesai. Petugas akan melakukan rehabilitasi sebelum satwa tersebut kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya.
(gin)
Editor : Inilahkoran

