Merawat Napas Kawasan Cihampelas
CIHAMPELAS bersiap menata ulang wajahnya. Di sana, 15 pedagang masih menggantungkan harapan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yuliantono
Teras Cihampelas pernah menjadi salah satu ruang yang ramai dibicarakan di Kota Bandung. Kawasan yang dibangun melayang di atas Jalan Cihampelas itu sempat menawarkan wajah baru wisata belanja, lengkap dengan deretan pedagang dan lalu-lalang warga yang mencari berbagai kebutuhan.
Kini, wajah itu perlahan berubah. Hanya sekitar 15 pedagang yang masih bertahan berjualan di Teras Cihampelas. Jumlah tersebut jauh menyusut dibandingkan ketika kawasan itu mulai beroperasi pada 2017.
Nasib para pedagang yang tersisa pun menjadi bagian penting dalam rencana penataan kembali kawasan tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tidak akan meninggalkan mereka ketika Teras Cihampelas mulai dibongkar dan ditata ulang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kepastian itu saat meninjau langsung Teras Cihampelas, Kota Bandung, Senin (7/9). Dia memastikan data para pedagang telah dihimpun Pemprov Jabar dan pemerintah sedang menyiapkan jalan keluar agar mereka tetap dapat berusaha.
“Nanti kalau di sini kemudian dibongkar, maka Bapak sudah ada jalan keluar untuk tetap berusaha,” ujar Dedi kepada salah seorang pedagang.
Dedi belum menjelaskan bentuk solusi yang akan dberikan. Namun, ia memastikan keputusan terbaik bagi 15 pedagang tersebut segera ditetapkan sebelum penataan kawasan berjalan.
“Yang penting untuk ke-15 pedagang, segera Pemprov Jabar akan mengambil keputusan yang terbaik,” ucapnya.
Penataan Teras Cihampelas sendiri disiapkan untuk mengembalikan kawasan tersebut pada fungsi awalnya sebagai ruang publik yang nyaman, tertata, sekaligus ramah bagi pejalan kaki. Aset Teras Cihampelas beserta akses jalannya kini telah resmi diserahkan Pemerintah Kota Bandung kepada Pemprov Jabar.
Konsep baru disiapkan untuk diwujudkan pada 2027. Dedi membayangkan Cihampelas kembali memiliki trotoar yang nyaman, tempat duduk untuk beristirahat, serta penerangan jalan yang memadai.
“Nanti Cihampelas 2027 kita tata kembali menjadi teras. Teras itu ada trotoarnya, ada tempat duduknya, ada penerangan jalannya,” ujar Dedi.
Penataan tersebut dihaapkan membuat Cihampelas kembali menjadi koridor belanja yang nyaman bagi warga maupun wisatawan. Aktivitas berjalan kaki dan hilir mudik orang berbelanja ingin dihidupkan kembali melalui ruang publik yang lebih tertata.
“Sehingga hilir mudik orang belanja di sini nyaman,” ucapnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

