Darurat Sampah Mereda, Pengawasan Pasar Bandung Diperketat
Setelah berhari-hari berjibaku dengan penumpukan sampah di puluhan TPS, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan semuanya kini bersih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di Kota Bandung, aroma lega akhirnya terasa pada setiap sudut tempat penampungan sampah. Setelah berhari-hari berjibaku dengan penumpukan di puluhan TPS, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan semuanya kini bersih. Bahkan, titik-titik yang semula tidak masuk daftar operasi pun ikut disapu tuntas.
“Sudah semuanya. Yang awalnya tidak kita targetkan pun sudah dibersihkan,” kata Kepala DLH Kota Bandung, Darto, Sabtu (29/11/2025).
Salah satu titik tambahan itu adalah Pasar Ciroyom. Pasar yang kerap padat sejak pagi itu menjadi lokasi terakhir yang disentuh operasi darurat. Sekitar 20 kubik sampah diangkut dalam satu hari penuh, dari pagi hingga siang.
“Kondisi Pasar Ciroyom sekarang sudah bersih, tidak ada tumpukan lagi,” ujar Darto.
Setelah Ciroyom selesai, perhatian DLH bergeser ke Pasar Caringin. Namun situasinya berbeda. Pasar ini punya mitra pengelolaan sampah sendiri, sehingga dinas tidak ikut mengangkut langsung. Mereka memilih mengawasi dari dekat—mengamati apakah sistem internal pasar berjalan sebagaimana mestinya.
“Posisi dinas saat ini mengawasi prosesnya. Kita akan wait and see,” ucap Darto.
DLH tetap menyiapkan langkah antisipasi. Bila sewaktu-waktu pengelolaan di Pasar Caringin kembali menumpuk, mereka siap turun tangan. Namun jika mitra pasar mampu mengatasi sendiri, DLH cukup memantau saja.
“Kalau menimbulkan tumpukan, kita akan turun. Kalau beres, dinas tidak perlu masuk,” tegasnya.
Pengawasan ini, kata Darto, bukan hal baru. DLH memang rutin memantau pengelolaan sampah di pasar-pasar besar, termasuk sebelum operasi penarikan darurat digelar di 16 TPS.
Ke depan, setelah operasi khusus ini, ritme pengangkutan kembali ke jadwal reguler. Tetapi DLH tidak menutup kemungkinan melakukan operasi serupa jika penumpukan kembali muncul.
“Strategi kita tetap dua: pengolahan dan pengangkutan. Keduanya harus jalan. Pengolahan akan terus ditingkatkan lewat KBS dan metode lain,” katanya.
Satu kabar baik lainnya: alur pembuangan ke TPA Sarimukti sudah kembali normal. Tidak ada lagi antrean panjang truk atau hambatan yang menumpuk. “TPA Sarimukti sudah lancar,” tutup Darto. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

