Data Jadi Dasar Mitigasi, 82 Kelurahan di Kota Bandung Masuk Peta Kerawanan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pemetaan risiko menjadi kunci utama dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pemetaan risiko menjadi kunci utama dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kota Bandung. Setiap wilayah memiliki karakter ancaman berbeda, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan.
“Bandung ini tidak punya satu jenis risiko saja. Ada wilayah yang tiap hujan waswas banjir. Ada yang rawan longsor, ada juga yang ancaman terbesarnya kebakaran di kawasan padat. Karena itu, kita petakan detail supaya solusinya tepat,” kata Farhan, Senin 16 Februari 2026.
Melalui program Siskamling siaga bencana dikemukakan ia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengintegrasikan sistem ronda lingkungan dengan pendataan risiko berbasis lapangan. Hingga Februari 2026, sebanyak 82 dari 151 kelurahan telah masuk dalam proses pemetaan aktif.
Ia menjelaskan, pemetaan tidak hanya mencatat potensi bencana alam seperti banjir dan longsor. Namun juga faktor pendukung yang memperbesar dampak risiko. “Kami lihat kondisi drainase, sanitasi, kepadatan hunian sampai akses air bersih. Semua itu saling berkaitan. Kalau datanya lengkap, intervensinya juga bisa presisi,” ucapnya.
Farhan mencontohkan, di sejumlah kawasan ditemukan penyempitan saluran air akibat sedimentasi dan bangunan liar. Di wilayah dengan kontur tanah curam, tim mencatat titik rawan pergerakan tanah yang perlu penguatan tebing dan vegetasi tambahan.
Sementara di kawasan padat penduduk, risiko kebakaran dan penyebaran penyakit menjadi perhatian khusus. Hasil pemetaan, akan menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi jangka pendek dan menengah.
“Kalau kita tahu titik lemahnya di mana, kita tidak perlu menunggu laporan panjang. Kita bisa langsung eksekusi, baik perbaikan infrastruktur maupun penguatan kapasitas warganya,” ujar dia.
Ia menargetkan, seluruh 151 kelurahan di Kota Bandung rampung dipetakan sebelum akhir 2026. Dengan basis data yang lebih rinci, pemerintah berharap penanganan risiko tidak lagi bersifat umum. Melainkan terarah sesuai kebutuhan tiap wilayah.
“Tujuan akhirnya sederhana, risiko harus dikenali lebih awal. Kota ini harus siap sebelum bencana datang, bukan sibuk setelahnya,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana


