Datangi Layanan Mepeling, Ratusan Orang Tua Siswa di Bandung Perbaiki Dokumen PPDB

Ratusan orang tua siswa di Kota Bandung datangi Mapeling Disdikcapil untuk memerbaiki dokumen PPDB 2022.

Datangi Layanan Mepeling, Ratusan Orang Tua Siswa di Bandung Perbaiki Dokumen PPDB
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar simulasi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 2 Bandung, Rabu (12/6/2019). /ilustrasi

INILAHKORAN, Bandung - Ratusan orang tua siswa di Kota Bandung mengurus perbaikan dokumen kependudukan untuk kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022 ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung.

Orang tua siswa, mayoritas melakukan perbaikan terkait nama yang salah, nomor kepala keluarga (KK) yang tidak aktif, dan perubahan pada nomor induk kependudukan (NIK).

Salah seorang warga asal Kiaracondong Adi mengaku, sengaja datang ke mobil Mepeling Disdukcapil untuk memperbaiki dokumen yang diperlukan PPDB. Rencananya, dia ingin memasukkan adik ipar ke SMP 37 Kota Bandung.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Disdik Kota Cimahi Pastikan PPDB Digelar Bulan Ini untuk Jenjang TK, PAUD, SD dan SMP

"Kepala KK sudah meninggal. Jadi otomatis KK harus di update baru. KK baru yang bisa dimasukin ke PPDB, sebelumnya PPDB enggak bisa masukin karena KK lama enggak aktif. Selama proses perbaikan dokumen tidak mengalami kendala atau kesulitan," kata Adi, Rabu 8 Juni 2022.

Sementara itu Koordinator Lapangan Mobil Mepeling Disdukcapil Kota Bandung Yuanda mengatakan, sejak 2016 hingga 2017 Disdukcapil terlibat dalam pelayanan untuk kegiatan PPDB. Sebab persyaratan pendaftaran PPDB harus mencantumkan NIK dan KK.

Baca Juga: Gold Medalist Rilis Hasil Tes Darah Kim Sae Ron Terkait Kecelakaan DUI dan Kembali Meminta Maaf

"Tiap tahun pendaftar SD dan SMP di rata rata kan sekitar 40-50 ribu sekitar 10 persen yang membetulkan (dokumen), tahun kemarin 3.000. Satu minggu ini per hari 200 an," kata Yuanda.

Yuanda menyebut,saat pelaksanaan PPDB banyak dokumen yang disiapkan orang tua siswa tidak terupdate. Bahkan terdapat orang tua yang memiliki KK.

Baca Juga: Dua Kali Viral Karena Ulah Kaum LGBT, Pengelola Kafe Wow Bakal Dapat Binaan

"Kebanyakan ada perubahan update, mengupdate ulang. Alamat, speling nama paling banyak speling nama masalah marga," ucapnya. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran