Dedi Mulyadi Akui Melemahnya Rupiah Sempat Hambat Pembangunan Infrastruktur Jabar
Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, nyatanya terasa pada sektor pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, nyatanya terasa pada sektor Pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. melemahnya rupiah terhadap dolar, membuat biaya material konstruksi melonjak.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, dampaknya para kontraktor menahan diri tidak mengambil tender proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah mengakselerasi Pembangunan infrastruktur.
Beberapa paket proyek kata Dedi, bahkan tidak langsung mendapatkan peserta, kondisi yang jarang terjadi pada proyek-proyek strategis milik pemerintah daerah.
"Sebetulnya, itu yang mengakibatkan kemarin beberapa kegiatan Pemprov Jabar lelangnya sempat tidak ada peminat," ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.
Menurutnya, setelah dilakukan kajian terhadap proses tender yang sepi peminat, ditemukan bahwa persoalannya terletak pada kalkulasi ekonomi yang dilakukan para kontraktor. Kenaikan harga material membuat nilai proyek yang ditawarkan dinilai kurang memberikan keuntungan.
"Biasanya orang ngantri rebutan. Setelah saya analisis, faktor penyebabnya harga. Mereka menghitung tidak ada untungnya," ucapnya.
Pelemahan rupiah, berdampak langsung terhadap kenaikan harga berbagai bahan bangunan yang menjadi komponen utama proyek infrastruktur. Mulai dari semen, aspal hot mix hingga beton mengalami penyesuaian harga yang memengaruhi struktur biaya pelaksanaan pekerjaan.
Kondisi tersebut membuat perusahaan konstruksi lebih berhati-hati mengambil proyek baru, terutama yang memiliki margin keuntungan tipis di tengah ketidakpastian harga bahan baku.
Meski demikian, Pemprov Jawa Barat tidak membiarkan proses Pembangunan terhambat. Evaluasi terhadap sejumlah paket pekerjaan dilakukan, agar proyek tetap berjalan dan menarik kembali minat pelaku usaha.
"Tetapi akhirnya juga ada peminatnya setelah kita lakukan evaluasi," katanya.
Di tengah tekanan biaya tersebut, Pemprov Jawa Barat tetap melanjutkan berbagai proyek infrastruktur prioritas. Di antaranya rekonstruksi dan pelebaran Jalan Raya Bandung-Garut dari lebar sembilan meter menjadi 12 meter, Pembangunan jalan provinsi, rehabilitasi jembatan, serta penguatan konektivitas antarwilayah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dedi memastikan, hingga kini proyek-proyek strategis masih dapat dikendalikan melalui berbagai langkah penyesuaian, termasuk negosiasi dalam pelaksanaan pekerjaan.
"Nilai tukar dolar memengaruhi harga semen, hot mix, beton, semuanya berpengaruh. Tapi sampai hari ini masih bisa kita negosiasikan," tandasnya.
Kurs hari ini, Kamis (4/6/2026), 1 dolar Amerika senilai Rp17.974, naik dari kemarin yang Rp17.940. Posisi tersebut termasuk yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir dan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor konstruksi yang sangat bergantung pada stabilitas harga material.***
Editor : JakaPermana

