Dedi Mulyadi Kritik Tajam Kopi Kemasan 'Sachet' Dijual di Ciwidey-Pangalengan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam terhadap praktik penjualan kopi kemasan sachet, di kawasan wisata unggulan di Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam terhadap praktik penjualan kopi kemasan Sachet, di kawasan wisata unggulan seperti Ciwidey dan Pangalengan.
Ia menilai, fenomena tersebut justru menciptakan ironi di tengah reputasi Bandung sebagai salah satu penghasil kopi terbaik.
Menurut Dedi, kawasan wisata seharusnya menjadi etalase kekuatan lokal, bukan malah menjual produk instan yang mengaburkan identitas daerah.
“Ya sebenarnya kan gitu, kita jangan ini deh, jangan bikin ironi. Misalnya satu sisi kita teriak nih, Bandung itu penghasil kopi terbaik. Tapi orang meminum kopi Bandung itu enggak didapatkan,” ujar Dedi di Kota Bandung, Senin (27/4/2026).
Ia pun mendorong perubahan pola jual di kios dan kedai kopi di dua kawasan tersebut. Produk kopi yang disajikan, kata dia, harus berbasis kopi lokal hasil olahan masyarakat Bandung dan sekitarnya.
“Makanya di Ciwidey, di Pangalengan itu kios-kios, kedai-kedai kopi yang terutama yang biasa jualan kopi Sachet-an, itu harus menjual kopinya kopi tumbuk yang buatan Bandung, gitu lho. Jadi ada khas,” ucapnya.
Tak hanya kopi, Dedi juga menekankan pentingnya konsistensi identitas kuliner lokal, termasuk teh khas wilayah seperti teh Ciwidey, teh Pangalengan, hingga teh Malabar. Baginya, pengalaman rasa menjadi faktor kunci dalam membangun daya tarik wisata.
“Karena makanan itu akan membuat daya ingat. Ketika berkunjung ke situ, minum kopi rasanya beda, minum teh wanginya beda. Terus kemudian makan lotek misalnya, beda. Jadi itu harus bisa mengikat orang untuk datang,” katanya. ***
Editor : JakaPermana


