Dedi Mulyadi Minta Disnakertrans Jabar Segera Petakan Kebutuhan Tenaga Kerja 2026 untuk Kawasan Industri
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar segera memetakan kebutuhan tenaga kerja 2026 untuk kawasan industri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar segera memetakan kebutuhan tenaga kerja 2026 untuk kawasan industri.
Dedi mengatakan, urusan kebutuhan tenaga kerja harus dibuatkan rancang bangun Disnakertrans Jabar. Hal itu kudu dilakukan supaya lulusan-lulusan SMA/SMK di Jawa Barat bisa memenuhi lowongan yang sudah disiapkan industri pada 2026 mendatang.
“Segera, sekarang melakukan verifikasi tentang kebutuhan tenaga kerja di tahun 2026. Kebutuhan serapan kerja di 2026 di seluruh kawasan industri di Provinsi Jawa Barat segera dipetakan Disnakertrans Jabar,” ujar Dedi dikutip Selasa 9 September 2025.
Bila pemetaan sudah dilakukan, dia meminta database lulusan SMA/SMK di Jabar dipakai sebagai pegangan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja. Meski diakuinya, data saja tidak cukup, lulusan SMA/SMK di Jabar pun harus dibekali kemampuan yang dibutuhkan kawasan industri.
Pihaknya menunjuk pembekalan atau vokasi yang diajarkan di SMK Mitra Industri MM2100 di Cikarang, Bekasi dan pola pendidikan Gapura Panca Waluya yang menerapkan kedisiplinan ala militer bisa menjadi bekal bagi calon tenaga kerja di kawasan industri.
Dedi menilai, SDM Jawa Barat memiliki potensi besar untuk sukses di dunia kerja. Dia mencontohkan, saat menjabat Bupati Purwakarta membuat sekolah manajer untuk menghasilkan anak-anak yang berdaya saing. Sekolah ini dibuat karena dirinya prihatin dengan kondisi warga di sekitar industri.
“Saya prihatin di Purwakarta waktu itu orang-orang di sekitar pabrik itu enggak ada yang jadi jagoan semua. Semuanya bapaknya security, anaknya security, bapaknya office boy, anaknya office boy. Gitu aja. Saya bilang, Mari kita rubah nasibnya. Anak-anak security, anak office boy, anak-anak di lingkungan industri yang kelas menengah ke bawah, saya biayain,” kata dia.
Kala itu, Dedi menyekolahkan mereka di sekolah manager di Politeknik Indorama Enggineering. Di sana mereka diajarkan cara memakai dasi, memasang kemeja hingga tali sepatu, sampai cara mereka bersikap.
“Apa yang terjadi? 300 lulusannya hari ini sudah menjadi orang-orang manajer yang terkemuka di berbagai daerah. Nah, jadi artinya apa? Anak Indonesia, anak Jawa Barat semuanya punya potensi yang kuat,” ungkapnya.
Sisi lain, dia juga mendorong Disnaketrans Jabar untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jabar guna mengakselerasi gagasannya tersebut.
Editor : Doni Ramdhani


