Dewan Desak Pemkab Cirebon Perbaiki Jalan Tahun Ini

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, meminta agar Pemkab Cirebon jangan   menunggu anggaran 2024 untuk perbaikan jalan.

Dewan Desak Pemkab Cirebon Perbaiki Jalan Tahun Ini

INILAHKORAN, Cirebon - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, meminta agar Pemkab Cirebon jangan   menunggu anggaran 2024 untuk perbaikan jalan. Untuk itu Bupati Cirebon diminta segera memprioritaskan perbaikan jalan pada anggaran murni tahun ini.

Menurut Anton, harusnya kaitan persoalan jalan, merupakan skala prioritas setiap tahunnya. Padahal harusnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, sudah mengajukan lelang proyek jalan sejak awal tahun dan SPK-nya disegerakan.

"Sejak awal kami meminta, khususnya dinas PUPR untuk segera mengajukan lelang di awal tahun. Jalan kan bagian dari skala prioritas yang memang sangat urgent," kata Anton, Minggu 21 Mei 2023.

Menurutnya, selain sudah menganggarkan pada anggaran murni, pihaknya sudah meminta penambahan anggaran untuk jalan pada anggaran perubahan. Tambahannya sekitar Rp. 10 miliar.

Selain itu akunya, untuk mengurangi jalan-jalan rusak, Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon sudah berupaya tidak hanya mendorong dianggarkan dari APBD saja. Tetapi anggaran dari pemerintah provinsi, pusat hingga CSR. Semua anggaran tersebut diarahkan untuk perbaikan perbaikan jalan. Itu karena memang jalan di Kabupaten Cirebon masih banyak yang rusak.

Bahkan, dari upaya pihaknya itu, tahun lalu baik dari anggaran Pemprov Jabar maupun APBN berupa DAK untuk jalan di daerahnya mendapatkan kegiatan di beberapa titik.

"Mudah-mudahan tahun sekarang juga ada. Baik dari anggaran provinsi maupun DAK dan sedang dalam proses. Jadi harus dimulai dari sekarang, bukan pasrah nunggu angaran tahun depan ya," ungkapnya.

Anton juga menyebutkan, khusus untuk anggaran dari CSR perusahaan, pihaknya sudah memberikan masukan. Intinya, semua CSR yang masuk harus diprioritaskan terlebih dahulu untuk perbaikan jalan. Dia mencontohkan, ada beberapa wilayah di Cirebon timur yang sudah merealisasikan CSR untuk perbaikan jalan.

"Kenapa kita sampai minta CSR perusahaan diprioritaskan untuk jalan. Ya karena  lemah atau minimnya anggaran pemeliharaan jalan di tahun ini. Nilainya hanya  Rp. 2,3 miliar. Makanya di anggaran perubahan harus ditambah minimalnya Rp 10 miliar," jelasnya.

Anton menambahkan, persoalan jalan merupakan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Lambatnya lelang proyek jalan, merupakan salah satu persoalan munculnya keresahan terkait banyaknya jalan rusak. Padahal harusnya untuk lelang proyek paling tidak digelar bulan Februari 2023 lalu.

"Kita sudah minta star lelang untuk jalan itu masuk di Februari. Jadi Komisi III menilai, gejolak masyarakat dengan banyaknya jalan rusak penyebabnya ya karena lambatnya lelang proyek jalan.
Kalau saja proses lelang dari awal, minimal pekerjaan sudah digelar di  bulan April. Jadi bisa meminimalisir  kerusakan jalan," tukasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Bupati Cirebon, Imron terkesan pasrah dengan persoalan banyaknya jalan rusak. Saat diwawancara salah satu stasiun tv nasional, Imron blak blakan kekurangan anggaran karena APBD Kabupaten Cirebon, terbatas. Saat itu dirinya mengakui, tahun ini perbaikan jalan di Kabupaten Cirebon belum maksimal. Tapi kalau tahun depan, Imron berjanji perbaikan jalan di Kabupaten Cirebon bisa maksimal. (maman suharman) 


Editor : Ahmad Sayuti