INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan membongkar 21 halte Trans Metro Bandung (TMB) tidak laik pakai dan tak lagi difungsikan sebagaimana mestinya.
Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Panji Kharismadi mengatakan, halte yang dibongkar nantinya akan kembali difungsikan sebagai ruang pejalan kaki atau trotoar.
"Banyak yang tidak layak pakai, dan kita akan bongkar. Kita anggarkan total Rp 231 juta, atau 11 juta untuk satu halte. Halte ini banyak berdiri di atas trotoar, dan akan kembali di alih fungsikan," kata Panji Kharismadi, Sabtu 23 Juli 2022.
Kota Bandung, dituturkan Panji Kharismadi memiliki sebanyak 72 halte. Situasi terkini, bahwa halte-halte tersebut diantaranya dinilai kurang laik baik secara fungsi maupun kondisi.
"Kita akan lakukan inventarisasi dan pendataan halte kurang layak. Sejak pandemi, TMB sendiri memang tidak beroperasi seperti biasanya. Dampaknya tentu kepada berkurangnya pengoperasian halte," ucapnya.
Faktor petugas, ditambahkan Panji menjadi satu diantara penyebab terbengkalainya halte di Kota Bandung. Tidak sedikit petugas yang kurang memiliki tanggung jawab ikut memelihara halte.
"Dulu terbantu oleh UPT terminal, tetapi sekarang tidak. Sementara petugas yang mengurusi halte itu lima orang. Kita memang keterbatasan personel. Kita butuh partisipasi dari masyarakat," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)