Dinkes KBB Catat Kasus DBD pada Januari-Maret 2025 Capai 332 Temuan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat demam berdarah dengue (DBD) mencapai 332 kasus. Angka tersebut tercatat sejak Januari-Maret 2025 dimana sebagian besar pasiennya merupakan usia produktif.

Dinkes KBB Catat Kasus DBD pada Januari-Maret 2025 Capai 332 Temuan
"Kasus DBD paling banyak terjadi pada rentang usia 15-44 tahun dengan total 141 kasus hingga bulan ini," kata Kepala Dinkes KBB Ridwan Abdullah Putra saat ditemui di Ngamprah. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat demam berdarah dengue (DBD) mencapai 332 kasus. Angka tersebut tercatat sejak Januari-Maret 2025 dimana sebagian besar pasiennya merupakan usia produktif.

"Kasus DBD paling banyak terjadi pada rentang usia 15-44 tahun dengan total 141 kasus hingga bulan ini," kata Kepala Dinkes KBB Ridwan Abdullah Putra saat ditemui di Ngamprah.

Ridwan menjelaskan, berdasarkan kelompok usia kasus DBD juga paling banyak terjadi pada rentang usia 5-14 tahun 85 kasus, usia di atas 44 tahun 64 kasus, usia 1-4 tahun 35 kasus, dan usia di bawah 1 tahun 7 kasus.

"Dari aspek sebaran jenis kelamin, jumlah penderita laki-laki sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan, dengan 174 kasus laki-laki dan 158 kasus perempuan," jelasnya.

Setiap tahunnya, kata Ridwan, kasus DBD kerap menjadi perhatian pihaknya. Meski begitu, jika melihat laporan per bulan pada tahun ini jumlah kasus DBD di Bandung Barat mengalami penurunan yang signifikan.

"Tren kasusnya menurun di Bulan  Maret 2025 ini dan kabar baiknya tidak ada laporan kematian akibat penyakit ini," ucapnya. 

Pada Januari 2025, sambung Ridwan, terdapat 172 kasus yang kemudian sedikit menurun menjadi 150 kasus di Februari. Sementara itu, hingga pertengahan Maret 2025, hanya terdapat 10 kasus yang dilaporkan.

"Beberapa kecamatan di KBB mencatat jumlah kasus DBD yang lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Yakni ada di tiga kecamatan dengan kasus terbanyak adalah Cililin 62 kasus, Cihampelas 43 kasus, dan Cikalongwetan 36 kasus,"bebernya.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD, terutama dengan memperkuat program 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang). 

"Termasuk menambahkan tindakan pencegahan seperti penggunaan obat anti nyamuk dan fogging di daerah rawan," ujarnya.

Tak cuma itu, pemda juga mengajak warga untuk aktif dalam Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna mencegah lonjakan kasus, terutama di saat musim penghujan dengan intensitas tinggi seperti sekarang.

"Meskipun kasus DBD di Bandung Barat mengalami penurunan di bulan ini, kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan selalu menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani