Disdik Kabupaten Cirebon Intruksikan Peningkatan Mata Pelajaran Bahasa Cirebon Perlu
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon intruksikan sekolah jenjang SD dan SMP untuk meningkatkan mata pelajaran Bahasa Pelajaran (Mapel) Bahasa Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon intruksikan sekolah jenjang SD dan SMP untuk meningkatkan mata pelajaran Bahasa Pelajaran (Mapel) Bahasa Cirebon.
Pasalnya, kendati sudah masuk dalam mata pelajaran muatan lokal di sekolah jenjang SD dan SMP, namun pada prakteknya Mata Pelajaran Bahasa Cirebon dinilai masih belum bisa berjalan secara optimal.
Seperti diketahui, Bahasa Cirebon masuk Mapel Mulok yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon pun mewajibkan seluruh jenjang SD dan SMP menambah Mapel Bahasa Cirebon satu kali pertemuan dalam seminggu.
Kasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Disdik Kabupaten Cirebon, Muhamad Rukhyat Zain mengaku, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh sekolah SD dan SMP di bawah naungan Disdik untuk wajib memasukan Mapel Bahasa Cirebon minimal 2 jam untuk SMP dan 1 jam SD sekali pertemuan dalam seminggu.
"Secara teknis, kami hanya memfokuskan dua kurikulum mulok, Bahasa Sunda dan Cirebon. Namun tak dipungkiri, jika sekolah juga berhak menambah mulok sesuai kebutuhan," ungkap Zain, Selasa, 9 Mei 2023.
Adapun untuk waktu atau hari Mapel Bahasa Cirebon, diserahkan ke sekolah yang mengatur. Begitu pun dengan gurunya. Meski demikian, Mapel Bahasa Cirebon dalam sekali pertemuan dinilai belum optimal karena tak membuat siswa cepat memahami Bahasa Cirebon.
"Sejumlah Budayawan Cirebon ditengarai tengah berinisiasi membuat buku Bahasa Cirebon yang akan ditawarkan ke pemerintah daerah sebagai kurikulum pembelajaran," katanya.
Kondisi tersebut disadari juga olehnya, ia mengaku kesulitan mendapatkan guru Bahasa Cirebon sehingga pengambilan guru Bahasa Cirebon diserahkan kepada kebijakan sekolah masing-masing.
Upaya melahirkan sarjana Bahasa Cirebon, ia mengaku, telah berkoordinasi dengan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) agar perguruan tinggi membuat program studi Bahasa Cirebon. Namun hingga kini belum ada satu pun perguruan tinggi yang mau merealisasikan.
Sebenarnya ada universitas yang ingin membuka prodi Bahasa Cirebon, hanya saja pihak universitas khawatir sepi peminat.
"Kami berharap, pelestarian Bahasa Cirebon melalui pembelajaran di sekolah tetap harus dilakukan karena dapat meningkatkan karakter siswa," jelasnya
Ia pun mengimbau para pengajar agar mengajarkan Mapel Bahasa Cirebon sampai tahap budi pekerti siswa.
“Contohnya ketika guru memanggil siswa, siswa diajarkan untuk menjawab enggih dengan badan menunduk. Itu menandakan siswa tidak hanya memahami arti bahasa bebasan tetapi juga sikap dalam berkomunikasi,” tukasnya.***(maman suharman)
Editor : Ghiok Riswoto


