Dishub Cimahi Siap Tangani Kawasan Belakang Jalan Kartini Jelang Pembangunan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang mengakui, pihaknya menghadapi tantangan khusus di kawasan belakang Jalan Kartini Cimahi

Dishub Cimahi Siap Tangani Kawasan Belakang Jalan Kartini Jelang Pembangunan
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang mengakui, pihaknya menghadapi tantangan khusus di kawasan belakang Jalan Kartini Cimahi

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang mengakui, pihaknya menghadapi tantangan khusus di kawasan belakang Jalan Kartini dalam rangka sosialisasi dan pengaturan jalur alternatif untuk proyek pembangunan yang akan datang.

Pasalnya, ruas jalan tersebut selama ini digunakan oleh sejumlah pedagang yang melayani kebutuhan anak sekolah di sekitar lokasi.

"Kita akan melakukan sosialisasi bersama dinas terkait, terutama untuk jalur alternatif di belakang Jalan Kartini yang selama ini menjadi lokasi aktivitas pedagang pelayanan anak sekolah," kata Endang, Jumat 13 Februari 2026.

Menurutnya, persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Meski begitu, DIshub Cimahi bakal bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Satpol PP untuk melakukan sosialisasi sekaligus menata ulang aktivitas di lokasi tersebut.

"Kita akan bersama-sama memberikan informasi dan memikirkan kemungkinan relokasi ke tempat yang lebih aman, sehingga jalan bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kelancaran lalu lintas," jelasnya.

Meskipun jumlah pedagang tidak terlalu banyak, Endang menegaskan bahwa persoalan tersebut telah menjadi bagian dari skema antisipasi sejak awal perencanaan.

"Meskipun tidak banyak, kita sudah merencanakan antisipasinya dari awal," tambahnya.

Sampai saat ini, ungkap Endang, Dishub Cimahi belum melakukan sosialisasi langsung di lapangan. Sosialisasi awal hanya melibatkan perwakilan lembaga dan masyarakat sekitar.

"Saat ini belum ada sosialisasi on the spot, hanya menghadirkan beberapa perwakilan saja," ucapnya.

Namun demikian, sosialisasi langsung dan masif direncanakan akan dilakukan menjelang pelaksanaan pembangunan, paling lambat dua hingga tiga minggu sebelum proyek dimulai.

"Kita akan menjadwalkannya secara intens dalam waktu tersebut, selain melalui informasi yang sudah disebarkan melalui media sosial dan saluran lainnya," katanya.

Endang menambahkan, tingginya pertanyaan dari masyarakat merupakan hal yang wajar, mengingat ruas Jalan Gatot Subroto yang akan dialihkan merupakan jalur vital bagi warga Cimahi sekaligus penghubung strategis antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

"Banyak kepentingan yang terlibat, baik dari warga yang tinggal dan beraktivitas maupun yang hanya melintas," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana