Disparbud Jabar Ungkap Kuncinya Sukses Dinobatkan Destinasi WIsata Ramah Muslim

Jawa Barat mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan wisata ramah Muslim, usai mengantongi pengakuan internasional.

Disparbud Jabar Ungkap Kuncinya Sukses Dinobatkan Destinasi WIsata Ramah Muslim
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Iendra Sofyan./istimewa

INILAHKORAN.ID - Jawa Barat mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan wisata ramah muslim, usai mengantongi pengakuan internasional melalui penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year.

Penghargaan tersebut diberikan kepada wilayah di negara-negara anggota Organisation of Islamic Cooperation, yang dinilai menunjukkan perkembangan paling menjanjikan dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim sesuai standar global.

Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan strategi jangka panjang yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bersama pelaku industri pariwisata. Berbagai langkah dilakukan secara sistematis, mulai dari penyusunan regulasi, pemetaan kesiapan destinasi, peningkatan kualitas layanan, hingga promosi yang masif.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Iendra Sofyan mengatakan, fondasi utama pengembangan wisata ramah muslim di Jawa Barat bertumpu pada dukungan kebijakan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

"Kuncinya adalah, yang pertama itu kebijakan atau regulasi. Kita mendorong kesiapan industri pariwisata seperti hotel, restoran, cafe, dan lain sebagainya untuk mendukung standarisasi wisata ramah muslim. Kemudian kami melakukan pemetaan, mana saja yang sudah dan belum memenuhi standarisasi tersebut. Selanjutnya melakukan promosi yang besar, baik dari kami di pemerintahan, dari pelaku usaha, atau wisatawan secara individu," ujar Iendra dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, pengembangan wisata ramah muslim bukan sekadar mengikuti tren global, tetapi menjawab kebutuhan pasar yang sangat besar. Jawa Barat memiliki basis wisatawan Muslim yang kuat, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

"Potensi wisatawan Muslim di Jawa Barat sangat besar. Sebab di Jawa Barat sendiri mayoritas penduduknya adalah Muslim. Selain itu, wisatawan asing yang berkunjung ke Jawa Barat dari Malaysia, Singapura, atau negara-negara Timur Tengah juga banyak yang Muslim. Dari data tersebut, kami terus mendorong pelaku usaha untuk memenuhi sarana prasarana yang aman dan nyaman, agar mereka mendapatkan kenikmatan atau kebahagiaan ketika berkunjung ke Jawa Barat," paparnya.

Selain memperkuat fasilitas dan layanan, Pemprov Jabar juga menjadikan sertifikasi halal sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kepercayaan wisatawan. 

Upaya tersebut dilakukan, untuk memastikan produk dan layanan yang tersedia, memenuhi standar halal dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Yang tidak kalah penting adalah sertifikasi halal. Sertifikasi ini bukan sekadar label, tapi juga dilihat dari jaminan proses, bahan baku, dan pengelolaan yang sesuai stadar. Ini terus kami dorong agar produk makanan, minuman, dan produk-produk lainnya yang bersifat ekonomi kreatif bisa dipastikan halal karena sudah tersertifikasi," katanya.

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya saing Jawa Barat, di tengah pertumbuhan industri halal dan wisata ramah muslim dunia yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sebelum meraih penghargaan internasional, Jawa Barat terlebih dahulu mencatat prestasi pada ajang Indonesia Muslim Travel Index 2025. Penghargaan itu diserahkan oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, setelah Jawa Barat memenuhi empat indikator utama destinasi ramah Muslim, yakni akses, komunikasi, lingkungan, dan pelayanan.***


Editor : JakaPermana