Ditinggal Suami Sejak 2015, Polisi Ungkap Indah Hayati Sempat Kerja jadi ART untuk Bertahan Hidup

Teka-teki kematian ibu dan anak yang ditemukan telah menjadi kerangka di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum terpecahkan.

Ditinggal Suami Sejak 2015, Polisi Ungkap Indah Hayati Sempat Kerja jadi ART untuk Bertahan Hidup
Teka-teki kematian ibu dan anak yang ditemukan telah menjadi kerangka di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum terpecahkan./Agus Satia Negara

INILAHKORAN,  Ngamprah - Teka-teki kematian ibu dan anak yang ditemukan telah menjadi kerangka di Perumahan Tanimulya Indah RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum terpecahkan.

Meski begitu,  polisi masih terus menyelidiki penyebab kematian ibu dan anak yang bernama Iguh Indah Hayati (55) dan Elia Imanuel (24) yang diketahui tinggal berdua. Sedangkan, sang suami Mudjoyo Tjandra meninggalkan keduanya sejak 2015 silam.

Sejumlah fakta kembali diungkap kepolisian, salah satunya sejak ditinggalkan Mudjoyo Tjandra, mendiang Indah Hayati sempat bekerja di rumah tetangganya selama beberapa waktu.

"Jadi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ibu ini sempat bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di tetangganya," kata Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto, Senin 5 Agustus 2024.

Kendati polisi sudah menggali keterangan dari mantan majikan tempat Indah bekerja, ungkap Tri, tak banyak yang bisa hal yang didapat pihaknya dikarenakan Indah dikenal sebagai pribadi tertutup.

"Jadi keterangan tempat dia bekerja sudah kita ambil, dan mereka juga menyampaikan kalau Indah dan anaknya ini sosok yang tertutup," sebutnya.

Tri menuturkan, upaya Indah dan anaknya bertahan hidup dengan menjadi ART, seolah-olah menjawab curhatan keduanya di tembok rumah serta du dalam sebuah flashdisk.

"Jadi curhatannya (di tembok) itu sama (dengan yang di flashdis). Seputar keresahan, kekecewaan pada ayahnya, soal ekonomi," tuturnya.

Saat ini, lanjut Tri, dua kerangka ibu dan anak itu sudah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk menjalani tes lanjutan. 

"Tes DNA dilakukan untuk mengetahui identitas yang bersangkutan, apakah sama dengan yang kita duga," katanya.

"Kalau hasil identifikasi awal, dipastikan kerangka itu berjenis kelamin perempuan berusia 50-60 tahun dan laki-laki usia 15-20 tahun," ucapnya.***


Editor : JakaPermana