DLH Cimahi Identifikasi Titik Rawan Penumpukan Sampah Jelang Lebaran dan Nyepi
DLH Kota Cimahi memetakan titik rawan penumpukan sampah jelang Lebaran dari Hari Raya Nyepi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menghadapi musim perayaan Lebaran dan Hari Raya Nyepi yang diikuti libur panjang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami akumulasi penumpukan sampah.
Kepala DLH Cimahi, Chanifah Listyarini mengungkapkan, tiga kategori area utama yang menjadi perhatian utama pihaknya. Pertama, kawasan pasar musiman atau pasar kaget yang akan mengalami lonjakan aktivitas perdagangan menjelang hari raya.
"Area ini menjadi peringatan awal bagi kita karena volume sampah cenderung meningkat drastis seiring dengan tingginya transaksi belanja masyarakat," kata Chanifah saat dikonfirmasi, Kamis 12 Maret 2026.
Kedua, lanjut Chanifah, lokasi pelaksanaan ibadah seperti alun-alun dan masjid yang bakal digunakan untuk salat Idulfitri serta kegiatan halal bihalal pasca perayaan.
Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya akan mengirimkan imbauan khusus kepada pengelola masjid agar aktif terlibat dalam pengelolaan sampah pasca kegiatan.
"Kami mendorong agar sampah dapat dikelola atau diminimalkan sejak dari sumbernya, terutama setelah acara ibadah dan pertemuan silaturahmi," jelasnya.
Ketiga, kawasan permukiman dan titik pembuangan sementara (TPS) resmi seperti TPS Santiong, TPS Lebaksaat, serta Tempat Pengelolaan sampah Terpadu (TPST) Utama.
"Selain itu, keberadaan titik kumpul sampah informal (tikum) yang sering muncul di luar zona TPS resmi juga menjadi fokus pemantauan karena berpotensi menjadi lokasi penumpukan tambahan," ujarnya.
Meskipun menghadapi libur nasional, terang Chanifah, DLH Cimahi menjamin pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal.
Kegiatan pengangkutan hanya akan dihentikan sementara selama pelaksanaan salat Idulfitri.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, jeda operasional hanya dilakukan pada saat shalat berlangsung, setelahnya layanan akan segera kembali berjalan," ujarnya.
Operasional pengangkutan juga akan disesuaikan dengan jadwal buka-tutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
"Kita akan mengikuti kebijakan dari pihak TPA. Jika Sarimukti buka, maka pelayanan pengangkutan sampah dari Cimahi akan tetap berjalan tanpa gangguan," tambahnya.
Untuk mengantisipasi beban kerja yang meningkat, jelas Chanifah, petugas lapangan telah siap menjalankan sistem piket yang sudah menjadi rutinitas pada setiap momen hari besar keagamaan.
Selain itu, sosialisasi tentang pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dapat terus meningkat, karena langkah ini mampu mengurangi hingga 50 persen beban permasalahan penumpukan sampah di berbagai lokasi," pungkasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti


