DP3AKB Dalami Temuan BPS Terkait Tingginya Lokalisasi PSK di Jabar

Pemprov Jabar akan mendalami temuan Badan Pusat Statistik (BPS), terkait tingginya lokalisasi PSK di Jabar.

DP3AKB Dalami Temuan BPS Terkait Tingginya Lokalisasi PSK di Jabar
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Siska Gerfianti menuturkan, setelah pendalaman yang dilakukan, nanti baru akan dibuat program guna menekan jumlah pekerja seks komersil (PSK) dan lokalisasi PSK di Jabar. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar akan mendalami temuan Badan Pusat Statistik (BPS), terkait tingginya lokalisasi PSK di Jabar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Siska Gerfianti menuturkan, setelah pendalaman yang dilakukan, nanti baru akan dibuat program guna menekan jumlah pekerja seks komersil (PSK) dan lokalisasi PSK di Jabar.

"Itu kita sedang pendalaman. Intinya apa pun nanti yang dihasilkan, atau pun koordinasikan. Kita pastikan masih akan memberikan program terbaik kita untuk memperbaiki atau meng-upgrade," ujar Siska Gerfianti di Kota Bandung, Senin 17 Februari 2025.

Dia melanjutkan, tingginya angka ini di Jabar tidak lepas dari masalah sosial yakni ekonomi dan pendidikan. Sekolah perempuan kata dia, akan dioptimalkan untuk menekan jumlah tersebut.

"Sekolah perempuan hadir sebagai upaya kita semua untuk memberikan pendidikan, karena perempuan harus diberikan pendidikan, keterampilan untuk dirinya, keluarga dan ke depan mampu berdaya di masyarakat," ucapnya.

Terlebih Jabar, kata dia, telah merilis West Java Women Empowerement, yang nantinya akan memberikan pelatihan kepada perempuan supaya lebih berdaya.

"Jadi nanti perempuan yang dilatih di sekolah perempuan ini, akan mendapatkan akses permodalan, pasar dan sebagainya. Mudah-mudahan kalau kesejahteraannya berlebih, pendidikan bisa naik. Maka perempuan bisa lebih berdaya, terlindungi," harapnya.

Sebelumnya BPS mencatat, Jabar menjadi provinsi paling banyak memiliki lokalisasi PSK, yaitu 79 titik yang tersebar di 19 kabupaten/kota.

Data ini didapatkan BPS, berdasarkan hasil survei yang dilakukan secara langsung kepada perangkat desa dan kelurahan sepanjang 2024. Adapun faktor yang membuat banyaknya lokasi mangkal PSK ini yaitu ekonomi. 


Editor : Doni Ramdhani