DPRD Jabar Soroti Digitalsisasi Program UMKM di Depok

DPRD Jawa Barat melalui Komisi II memperketat pengawasan, terhadap efektivitas program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang dijalankan Pemprov Jabar.

DPRD Jabar Soroti Digitalsisasi Program UMKM di Depok
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, Lina Ruslinawati./istimewa

INILAHKORAN.ID - DPRD Jawa Barat melalui Komisi II memperketat pengawasan, terhadap efektivitas program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kota Depok.

Fokus utama diarahkan pada sejauh mana program tersebut benar-benar memperkuat daya saing UMKM dan koperasi di lapangan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, Lina Ruslinawati menilai, tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar akses permodalan, melainkan kemampuan pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar digital yang terus berubah.

Tak hanya itu, DPRD juga mendorong pembenahan serius pada struktur kelembagaan koperasi. Menurutnya, koperasi harus keluar dari pola lama yang konvensional dan bertransformasi menjadi entitas bisnis modern berbasis kemitraan investasi.

“Kami ingin memastikan bahwa koperasi dan usaha mikro binaan di Kota Depok mendapatkan pendampingan yang tepat sasaran. Kota Depok memiliki potensi besar dengan kontribusi UMKM yang signifikan terhadap PDRB, sehingga sinergi antara kebijakan Provinsi dan implementasi di tingkat Kota harus berjalan selaras,” ujar Lina, Kamis (9/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi instrumen kontrol legislatif untuk mengaudit langsung capaian program di lapangan, sekaligus mengidentifikasi celah kebijakan yang masih menghambat pertumbuhan UMKM.

Dari paparan perangkat daerah, sejumlah indikator kinerja menunjukkan tren positif. Program Wirausaha Baru (WUB) terus bertumbuh, termasuk peningkatan jumlah perempuan pelaku usaha yang didorong naik kelas menuju kemandirian ekonomi.

"Data mengenai penyerapan tenaga kerja dan peningkatan omzet pelaku usaha binaan menjadi poin penting yang disampaikan kepada legislatif. Kunjungan ini juga mencakup diskusi mengenai tantangan di lapangan, seperti akses pemasaran yang lebih luas dan standarisasi produk melalui Rumah Kemasan yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Depok," ucapnya.

Meski demikian, DPRD menilai tantangan struktural masih membayangi, terutama terkait perluasan pasar dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

"Komisi II berkomitmen untuk terus mendorong program-program inovatif yang dapat memperkuat daya saing koperasi dan UMKM di seluruh wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Depok sebagai salah satu sentra ekonomi kreatif penyangga ibu kota," tandasnya.***


Editor : JakaPermana