DTPH Jabar Upayakan Pengendalian Hama Guna Antisipasi Gagal Panen di Musim Kemarau
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat bakal mengupayakan pengendalian hama, khususnya tikus guna mengantisipasi gagal panen di musim kemarau tahun ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat bakal mengupayakan pengendalian hama, khususnya tikus guna mengantisipasi gagal panen di musim kemarau tahun ini.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan DTPH Jabar Yanti Hidyatun Zakiah mengatakan, selain kekeringan serangan hama juga berpotensi membuat tanaman pangan mengalami gagal panen.
"Di musim kemarau ini tanaman pangan rawan terhadap hama dan penyakit tanaman yang ujungnya gagal panen. Biasanya banyak penyakit tanaman seperti hama wareng coklat dan tikus," kata Yanti saat dihubungi, Minggu 4 Agustus 2024.
Sebab itu, pihaknya tengah melakukan antisipasi dengan melakukan pengendalian bersama para petugas di lapangan.
"Kita bersama-sama petugas lapangan melakukan pemantauan dan antisipasi terhada daerah-daerah yang memang dipredikai berpotensi banyak hama penyakit tanaman misalnya di daerah Pantura," ucapnya.
Begitu juga di lokasi panen dan lahan tanam yang baru dipindah, sehingga hama yang biasa muncul pada saat musim kemarau tidak lantas merusak tanaman pangan yang baru saja ditanam.
"Sekarang lagi banyak hama tikus Ini juga banyak menyerang tanaman yang baru di pindah di lokasi tanam dan juga di lokasi panen," kata Yanti.
"Tentunya kita lakukan monitoring laporan kejadian kekeringan secara berkala, sehingga kita bisa secepatnya melakukan mitigasi penanganan dan lebih cepat," imbuhnya.
Selain melakukan pengendalian hama, Yanti juga telah memberikan rekomendasi terhadap petani agar bisa menggubakan benih tanaman yang tahan terhadap kondisi kekeringan.
"Banyak srkali varietas yang bisa ditanam di kondisi kering seperti (benih) inpago 5, 8, 9, 10, 11 kemudian benih fortiz, 12, 13, inpago 39, inpari 40, 41, 46 dan varietas lokal lainnya, itu sangat membantu benih-benih yang tahan kekeringan," katanya.
Yanti memastikan akan selalu memantau kondisi iklim harian sebagai langkah antisipasi dini di daerah rawan kekeringan.
"Kita juga melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan memantau kondisi ikli yang bersumber dari data BMKG dan itu bisa kita akses melalui website BMKG oleh UPTD kita di BPTH," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

