Diterjang Bencana Hidrometeorologi, Petani di KBB Gagal Panen
Dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak hanya merusak permukiman atau bangunan. Namun juga lahan pertanian yang menyebabkan para petani mengalami gagal panen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak hanya merusak permukiman atau bangunan. Namun juga lahan pertanian yang menyebabkan para Petani mengalami gagal panen.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB mencatat, lahan pertanian yang terdampak bencana terjadi di Blok Liunggunung, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat lahan yang terdampak seluas 2 hektare.
Di lokasi kedua, tepatnya di Kampung Ciraja Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan lahan yang terdampak bencana juga seluas 2 hektare.
"Dari hasil pemantauan yang dilakukan di Kecamatan Cipatat, terdapat adanya saluran irigasi yang tersumbat akibat pohon tumbang yang berada di dua titik," kata Kepala DKPP, Lukmanul Hakim kepada wartawan.
Lukmanul menyebut, dari sekitar 15 hektare luas lahan yang ada di Cipatat, 2 hektare lahan pertanian yang tergenang air. Sedangkan, untuk di Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan dari 10 hektare lahan, 2 hektare lahan terdampak banjir bandang.
"Hujan intensitas tinggi di Cikalongwetan yang terjadi dari pukul 13.00 pada Minggu 7 Januari 2024 kemarin yang mengakibatkan lahan warga tergerus air," sebutnya.
Lukmanul menjelaskan hal itu terjadi akibat material longsor dari sawah yang menutupi aliran irigasi. Bahkan, material tanah itu menutup saluran irigasi hingga 7 meter pada titik longsor pertama.
"Lalu di lokasi kedua titik longsor mencapai 30 meter dan di lokasi ketiga longsoran mencapai 15 meter mengakibatkan air dan lumpur menggenangi hamparan sawah," jelasnya.
Lukmanul menuturkan, pihaknya sudah melakukan upaya penanganan di lokasi lahan terdampak bersama aparat kewilayahan, warga dan kelompok tani.
"Kita sudah melakukan upaya pengerukan material longsor oleh dan pengerukan saluran yang tersumbat longsoran," tuturnya.
Dalam waktu dekat, sambung Lukmanul, pihaknya bakal memberikan bantuan benih untuk membantu para Petani yang terdampak bencana.
"Kita akan menganggarkan bantuan bagi para Petani yang lahannya terdampak bencana di dua kecamatan tadi yakni Cikalongwetan dan Cipatat," ujarnya.
Sementara itu, warga kampung Ciraja, Idad (47) mengatakan, akibat bencana tersebut sawah 800 meter persegi habis tergerus longsor dan lainnya terdampak banjir bandang tersebut.
"Titik longsor di sini tetap di sawah. Luas sawah yang tergerus 800 meter persegi," ujarnya.
Idad memaparkan, material longsor menutup sungai dan memicu banjir bandang ke area sawah dan menggenang satu masjid dan rumah.
"Sawah tersebut baru saja ditanami padi sepekan lalu mengakibatkan rusak parah. Material longsornya menutup sungai. Lama-lama meluap dan masuk ke sawah," tandasnya.*** (agus satia negara)***
Editor : JakaPermana

