Dua Pejabat Pemkab Cirebon Dilaporkan ke KPK, Apa Kasusnya?

Dua pejabat Pemerintah Kabupaten Cirebon dilaporkan ke KPK. Keduanya adalah pejabat setingkat kepala dinas.

Dua Pejabat Pemkab Cirebon Dilaporkan ke KPK, Apa Kasusnya?
Zeki Mulyadi

INILAHKORAN, Cirebon – Dua pejabat di Kabupaten Cirebon dilaporkan ke kpk atau Komisi Pemberantasan korupsi. Keduanya adalah pejabat setingkat kepala dinas.

Pegiat antikorupsi Cirebon, zeki mulyadi, memastikan dua pejabat Kabupaten Cirebon itu dilaporkan ke kpk. Dia memastikan saat dirinya melakukan koordinasi dengan Komite Pemantau Kinerja Jaksa RI di Bandung, Senin 20 Februari 2023.

“Ya memang benar, saya melihat sendiri bukti pelaporan dan tanda terima resmi dari kpk. Tanda terima laporannya tertanggal 16 Februari,” kata Zeki.

Zeki menerangkan, hasil obrolan dengan tim Pengawas Kinerja Jaksa RI dapat disimpulkan, bahwa kedua pejabat Kabupaten Cirebon itu selama ini diduga banyak masalah.

Salah satu pejabat yang dilaporkan, diduga banyak melakukan KKN, terlebih dalam masalah plot-plot proyek infrastruktur di dinas yang dia pimpin di Kabupaten Cirebon.

“Diduga dia sudah sering menerima fee proyek, mengatur plot proyek kepada orang-orang dekatnya. Buktinya, dinas yang dia pimpin paling banyak dilaporkan ke aparat penegak hukum, tapi selalu aman,” ungkapnya.

Sementara seorang pejabat lainnya, Zeki menduga dilaporkan karena memang ada kasus kasus lama dan yang saat ini sedang dia hadapi. 

Meskipun dia mengaku tim Komite Pengawas Kinerja Jaksa RI tidak secara gamblang menerangkan masalahnya apa, tapi tetap saja diduga banyak perkeliruan yang dilakukan pejabat tersebut, baik saat menjabat di salah satu bagian di Setda Kabupaten Cirebon maupun saat menjadi kepala dinas.

“Jadi intinya kalau saya lihat, kedua orang ini diduga banyak melakukan perkeliruan dan transaksional. Ini bahaya, sementara mereka direkomendadikan tetap memegang dinas teknis. Harusya bupati jeli, dan memarkir dua orang ini. Jangan jadi kadis dinas teknis,” papar Zeki.

Zeki memastikan, sebagai pegiat antikorupsi, dirinya akan terus mengkritisi semua kinerja. Bukan saja dinas dinas teknis, juga dinas lainnya. 

Dirinya melihat, banyak potensi dugaan penyimpangan pada dinas yang memegang anggaran cukup besar. Sayangnya, selama ini bupati terkesan diam dan seolah tidak peduli dengan semua kondisi tersebut.

“Saya tidak akan berhenti. Karena menurut informasi kondisi Kabupaten Cirebon sudah kacau, terlebih dalam hal pengelolaan keuangan dan proyek pada OPD yang dianggap gemuk,” akunya.

Zeki menambahkan, pihaknya sedang mengumpulkan data valid, tentang adanya dugaan dan kabar yang cukup santer, tentang peranan kuat salah satu oknum pejabat. 

Kabarnya, oknum inilah yang mengatur semua persoalan rotasi mutasi. Diduga kuat, perputaran rotasi mutasi, hanya mengakomodir orang yang dianggap gengnya oknum tersebut saja. Sementara bupati, seperti tidak mau tahu dengan kondisi tersebut.

“Semua akan saya bongkar kalau sistemnya seperti ini. Kabupaten Cirebon akan hancur karena pejabatnya hanya diisi dengan orang orang yang pandai menjilat. Kalau pandai menjilat tapi dibarengi kemampuan intelektual, masih bisa ditolelir," imbuhnya.

Sayangnya ketika dikonfirmasi, kedua pejabat Kabupaten Cirebon itu belum merespon. Salah satunya sedang tidak berada di kantornya, sementara dihubungi lewat alat komunikasi tidak menjawab. (maman suharman)


Editor : Zulfirman