Dugaan Pelanggaran Money Politics Masif di PIlkada KBB, Ketua Tim Pemenangan EDUN Sebut Preseden Buruk Demokrasi

Perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah memasuki tahapan penghitungan suara di tingkat kecamatan.

Dugaan Pelanggaran Money Politics Masif di PIlkada KBB, Ketua Tim Pemenangan EDUN Sebut Preseden Buruk Demokrasi
Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 04, Edi Rusyandi dan Unjang Asari (EDUN), Encep Irwan Herdiansyah

INILAHKORAN, Ngamprah - Adanya dugaan money politics di Pllkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) disebut Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 04, Edi Rusyandi dan Unjang Asari (EDUN), Encep Irwan Herdiansyah sebagai preseden buruk bagi di demokrasi, 

Seperti diketahui, perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah memasuki tahapan penghitungan suara di tingkat kecamatan. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat nomor urut 2 Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail diprediksi unggul diberbagai hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei.

Kendati demikian, kemenangan sementara yang diraih pasangan nomor urut 2 menuai banyak kecaman dan kegaduhan dipublik menyusul dugaan pelanggaran money politics atau politik uang yang begitu masif. Tidak saja dari 4 kontestasn bupati dan wakil bupati, namun juga dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan buruh yang meminta pihak terkait seperti Bawaslu KBB untuk melakukan tindakan penegakan hukum.

Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count  sementara, paslon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Bandung Barat nomot urut 2, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail mendapat perolehan suara sebanyak 33,77 persen disusul rivalnya paslon nomor urut 2 Hengky Kurniawan dan Ade Sudrajat dengan perolehan suara 23,95 persen.  

Sementara di posisi ketiga ditempati paslon nomor urut 3, Didik Agus T dan Gilang Dirga dengan perolehan suara 17,75 persen, di posisi keempat ada paslon nomor urut 4, Edi Rusyandi dan Unjang Asari dengan perolehan suara 15,33 persen dan di posisi terakhir ditempati paslon nomor urut 5, Sundaya dan Asep Ilyas dengan perolehan suara 5,20 persen.

"Paslon nomor urut 2 unggul sementara jika dilihat dari hasil quick count, akan tetapi ini belum final dari hasil real count yang nanti akan ditetapkan KPU KBB," kata Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 04, Edi Rusyandi dan Unjang Asari (EDUN), Encep Irwan Herdiansyah, Minggu 1 Desember 2024.

Kendati demikian, pihaknya dan masyarakat Bandung Barat banyak menemukan pelanggaran yang begitu masif dalam proses Pilkada di Bandung Barat.

Bahkan, menurut pihaknya pelanggaran itu masuk kategori pelanggaran berat yang sungguh nyata adanya lantaran disaksikan secara langsung oleh masyarakat, yakni pelanggaran politik uang.

"Kita tidak menutup mata bahkan beberapa jam sebelum pencoblosan kami dari Partai Koalisi dan Tim Pemenangan No 4 sempat mendatangi bawaslu untuk melaporkan secara langsung dan memberikan dukungan moral kepada Bawaslu untuk tidak menutup mata dan bertindak secara tegas dan lugas sekalipun tidak ada yang melaporkan langsung," bebernya.

"Karena bukti-bukti sudah begitu banyak berseliweran di lapangan bahkan di media sosial. Dan Bawaslu jangan sampai mudah dan lemah apabila mendapatkan tekanan politik sekalipun dan darimanapun," tegasnya.

Menurut Encep, yang harus dilihat hari ini adalah masyarakat Bandung Barat yang hari ini dirugikan. Bahkan, menurut dirinya menghinakan warga KBB dengan berbagai praktik money politics yang terjadi.

"Ini merupakan preseden buruk bagi demokrasi kita ke depannya, karena ini adalah proses demokrasi rakyat yang seharusnya dapat terselenggara secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil," sebutnya.

Meski begitu, ungkap Encep, semua yang telah terjadi dengan semua dinamikanya, pihaknya menyerahkan semuanya kepada Bawaslu KBB sebagai lembaga pengawas yang bertugas untuk mengawasi semua tahapan proses Pilkada di KBB.

"Termasuk berbagai temuan pelanggaran dan kecurangannya," imbuhnya.

Pihaknya pun mengapresiasi sejumlah kelompok masyarakat yang hari ini melakukan berbagai gerakan untuk mengakomodir laporan dan keluh kesah masyarakat yang resah dengan terjadinya pelanggaran money politics yang sangat masif pada perhelatan Pilkada Bandung Barat di mana masyarakat merasa kebingungan harus mengadukan ke mana. 

"Semoga kita semua diakhir mendapatkan hasil yang terbaik bagi demokrasi dan masyarakat kita di Bandung Barat. Sebab bagaimanapun tetap Bandung Barat Nu Urang, Bandung Barat Ku Urang, Bandung Barat keur Urang dan itu harus menjadi motto kita masyarakat Bandung Barat," pungkasnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti