Duh...Kasus Covid-19 di Kota Bandung Alami Kenaikkan Hingga 100 Persen, Ini Imbauan Dinkes Untuk Warga

Kasus Covid-19 di Kota Bandung mengalami peningkatan dan kenaikkan mencapai 100 persen Dinkes pun mengimbau masyarakat perketat Prokes

Duh...Kasus Covid-19 di Kota Bandung Alami Kenaikkan Hingga 100 Persen, Ini Imbauan Dinkes Untuk Warga
Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyebut kenaikkan kasus Covid-19 di Kota Bandung naik 100 persen dan memintamasyarakat kembali jalankan Prokes.

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyebut, kasus Covid-19 kembali mengalami kenaikkan.

Bahkan dari dua pekan lalu hingga saat ini, kenaikkan kasus Covid-19 di Kota Bandung mencapai 100 persen.

"Dua minggu yang lalu, kasus aktif (Covid-19)  itu 69. Nah sekarang itu per kemarin, kasus aktifnya 131. Kenaikkan ini ditenggarai adanya berbagai relaksasi dan kurangnya disiplin protokol kesehatan," kata Ahyani Raksanagara, Selasa 21 Juni 2022.

Baca Juga: Viral! Komplotan Begal Bersenjata Tajam Beraksi di Jatayu Bandung

Ahyani Raksanagara mengemukakan bahwa temuan kasus sempat berada di angka dua atau tiga orang saja per hari. Sedangkan dalam dua minggu ke belakang, pernah ditemukan jumlah kasus sebanyak 26 orang per hari. Varian baru, satu diantara variabel lainnya.

"Mobilitas menjadi lebih tinggi, dan masyarakat lalai prokes karena orang pikir sudah level satu. Padahal level satu itu artinya masih ada resiko tapi sangat rendah. Atau malah sudah merasa punya data tahan tubuh karena sudah divaksinasi," ucapnya.

Meski kasus tidak memiliki tingkat fatalistik tinggi dan bisa terjadi tanpa gejala, Ahyani mengatakan penyebaran varian BA.4 dan BA.5 tergolong cepat. Sehingga masyarakat harus tetap menerapkan disiplin pada protokol kesehatan.

Baca Juga: PPDB Tahap I, SMAN 5 Bandung Terima 170 Siswa-Siswi Baru

"Jadi sebetulnya subvarian apapun, tetap saja aktivitasnya harus disertai disiplin prokes. Terutama masker dan menjaga jarak, mencuci tangan, jaga jarak. Menghindari kerumunan, itu semua yang bisa kita kontrol," ujar dia.

Ahyani meminta masyarakat selalu menerapkan 5M (nenjaga jarak, memakai masker, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, mencuci tangan) sementara pihaknya selalu konsisten menggencarkan 3T (tracing, testing dan treatment).

"Kami dari jajaran kesehatan tetap 3T juga. Tracing, testing, sama treatment. Kita kontrol juga hal ini, testingnya satu hari masih di atas 1000, padahal dari WHO tuh Bandung cukup 2500 seminggu. Kita bisa 1000 sehari," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran