Efek Libur Program MBG, Harga Ayam Hingga Telur Turun di Pasar Ciwidey
Penghentian sementara program MBG selama masa libur sekolah disebut-sebut berdampak pada turunnya harga sejumlah komoditas pangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Penghentian sementara program MBG selama masa libur sekolah disebut-sebut berdampak pada turunnya harga sejumlah komoditas pangan.
Di Pasar Tradisional Ciwidey Kabupaten Bandung, harga beberapa kebutuhan pokok terpantau mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Komoditas yang mengalami penurunan di antaranya ayam broiler yang kini dijual Rp35 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya berkisar Rp38 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga ayam broiler fillet dada kini berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada harga telur ayam yang kini dijual Rp26 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp27 ribu hingga Rp29 ribu per kilogram. Begitu pula minyak goreng kemasan kualitas medium yang turun menjadi Rp22 ribu per liter dari sebelumnya Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per liter.
Kepala UPT Pasar Ciwidey Entis Sutisna membenarkan adanya penurunan harga sejumlah komoditas tersebut. Namun, dia belum bisa memastikan bahwa kondisi itu merupakan dampak langsung dari penghentian sementara Program MBG.
"Memang ada penurunan harga-harga akhir-akhir ini. Cuma kalau dikatakan dampak dari diberhentikannya sementara program MBG oleh pemerintah pusat, saya kurang tahu juga sih," kata Entis kepada INILAHKORAN.ID, Selasa (23/6/2026).
Turunnya harga kebutuhan pokok ini disambut positif masyarakat. Terutama pelaku usaha mikro yang bergantung pada bahan baku pangan.
Salah satunya Muhamad Maksum (56), pelaku UMKM abon ayam di Kecamatan Soreang. Dia mengaku penurunan harga fillet dada ayam sangat membantu menekan biaya produksi usahanya.
Menurut Maksum, saat program MBG masih berjalan, harga fillet dada ayam broiler berada di kisaran Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Kini, harga bahan baku tersebut turun menjadi sekitar Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram.
"Sebagai pelaku UMKM yang banyak menggunakan bahan baku fillet dada ayam broiler tentu ini menggembirakan. Kalau sebelumnya saat MBG masih berjalan, walaupun ketersediaan banyak tapi harganya tinggi terus. Semoga saja turunnya harga beberapa komoditas ini bisa bertahan, karena kami sebagai konsumen cukup berat dengan kondisi harga-harga kebutuhan pokok saat ini," ujar Maksum.
Meski penyebab turunnya harga belum dapat dipastikan, kondisi tersebut memberikan angin segar bagi pelaku UMKM maupun masyarakat yang selama beberapa bulan terakhir harus menghadapi tingginya harga sejumlah kebutuhan pokok. Mereka berharap tren penurunan harga ini dapat terus berlanjut sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat.
Editor : Doni Ramdhani

