Era Baru De Oranje
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Bsafaat
TIMNAS Belanda bakal memulai era baru bersama Xavi Hernandez. Mampukah sang legenda sepak bola Spanyol itu mengembalikan kejayaan De Oranje?
“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda.Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” demikian pernyataan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) melalui situs resmi pada Kamis.
Xavi kembali ke dunia kepelatihan setelah dua tahun menganggur. Ia terakhir menangani Barcelona sebelum dipecat pada 2024.
“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” kata Xavi setelah resmi ditunjuk.
Ia menyebut memiliki ikatan khusus dengan Belanda karena pengaruh dari Johan Cruyff, Rinus Michels, serta tokoh lainnya saat masih menimba ilmu di akademi Barcelona.
“Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih.” Menariknya, Xavi juga pernah menggantikan Koeman di Barcelona. Ia mengambil alih kursi pelatih Blaugrana pada 2021 dan berhasil membawa klub tersebut menjuarai LaLiga Spanyol pada musim 2022/23, sekaligus mengakhiri penantian gelar liga selama empat tahun.
Kini, Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan. Belanda tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko di turnamen yang digelar di Amerika Utara tersebut.
Xavi mengaku tertarik dengan karakter sepak bola Belanda yang menurutnya memiliki kesamaan dengan filosofi yang ingin diterapkannya.
“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” ujar Xavi.
“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat.
Xavi memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sebagai pemain maupun pelatih. Saat masih memperkuat Barcelona dan timnas Spanyol, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Piala Dunia 2010 serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012.
Setelah pensiun sebagai pemain, Xavi memulai karier kepelatihannya bersama klub Qatar, Al Sadd, pada 2019. Ia sukses mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona pada 2021.
Di Camp Nou, Xavi mampu membangkitkan Barcelona dari periode sulit dengan memenangkan LaLiga 2022/23 dan Piala Super Spanyol 2023. Namun, ia gagal mempertahankan performa tersebut dan meninggalkan klub setelah musim 2023/24 tanpa trofi.
Setelah berpisah dengan Barcelona, Xavi sempat mendapat tawaran dari sejumlah klub dan tim nasional. Namun, ia memilih mengambil masa jeda sebelum akhirnya memutuskan kembali ke dunia kepelatihan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Xavi juga telah menyatakan keinginannya untuk melatih tim nasional. Timnas Belanda kini menjadi kesempatan bagi mantan gelandang Barcelona tersebut untuk memulai babak baru dalam karier kepelatihannya.
Setelah Slot Sementara itu Arne Slot mengungkapkan dirinya sempat berdiskusi dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) terkait posisi pelatih timnas Belanda yang kosong setelah Ronald Koeman mundur.
Namun, mantan pelatih Liverpool tersebut memilih menghentikan pembicaraan karena ingin melanjutkan karier melatihnya pada tataran klub.
Setelah Slot menolak kesempatan tersebut, KNVB akhirnya menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030.
Penunjukan Xavi menjadi pilihan akhir KNVB setelah sejumlah kandidat dipertimbangkan. Selain Slot, sejumlah media menyebut nama Roberto Martinez sempat masuk dalam proses pembicaraan.
Meski mengakui adanya pembicaraan mengenai posisi pelatih timnas Belanda yang lowong, Slot membantah sudah sampai tahap melakukan negosiasi kontrak dengan KNVB.
“Disebutkan dalam berita, saya mundur dari proses negosiasi yang panjang, termasuk mengenai gaji dan durasi kontrak. Spekulasi tersebut tidak benar. Kami sama sekali tidak pernah sampai pada tahap pembicaraan tersebut,” kata Slot dilansir dari Voetbal International, Rabu (12/8).
Slot menjelaskan keputusan menolak posisi pelatih timnas Belanda berkaitan dengan keinginannya untuk kembali bekerja setiap hari bersama pemain di level klub.
Ia mengaku lebih memilih bertemu pemain asuhannya setiap hari, yang tidak dapat dilakukan ketika menangani sebuah timnas.
“Pada tahap karier saya saat ini, saya lebih memilih berada di lapangan latihan bersama para pemain setiap hari. Hal tersebut tidak mungkin dilakukan dengan cara yang sama ketika menangani timnas. Karena itu, saya memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan dan tidak memulai negosiasi,” ujar Slot. (bsf)
XAVI HERNANDEZ Usia: 46 tahun Lisensi: UEFA Pro License Agen: AC Talent Durasi Melatih: 1,67 tahun
JEJAK KEPELATIHAN 2019-2021: Al-Sadd 2021-2024: Barcelona 2026-: Timnas Belanda
STATISTIK MANAJERIAL Laga: 140 Menang: 90 Imbang: 23 Kalah: 29 Rasio Menang: 63,38%
Editor : Inilahkoran


