Erwin Tak Lagi Ketua Satgasus, Kini Fokus Pengawasan dan Penyelesaian Masalah Warga

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin kini tidak lagi memimpin satuan tugas khusus (Satgasus) setelah terjadi penataan ulang pembagian tugas di Pemkot Bandung.

Erwin Tak Lagi Ketua Satgasus, Kini Fokus Pengawasan dan Penyelesaian Masalah Warga
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin kini tidak lagi memimpin satuan tugas khusus (Satgasus) setelah terjadi penataan ulang pembagian tugas di lingkungan Pemerintah (Pemkot) Kota Bandung. Meski demikian, tetap menjalankan fungsi pengawasan dan fokus pada penanganan berbagai persoalan warga di lapangan.

INILAHKORAN.ID - Wakil Wali Kota Bandung, Erwin kini tidak lagi memimpin satuan tugas khusus (Satgasus) setelah terjadi penataan ulang pembagian tugas di lingkungan Pemerintah (Pemkot) Kota Bandung. Meski demikian, tetap menjalankan fungsi pengawasan dan fokus pada penanganan berbagai persoalan warga di lapangan.

“Satgas dialihkan, bukan saya lagi sekarang. Saya bukan lagi ketua Satgas,” kata Erwin, Selasa (9/6/2026).

Dengan perubahan tersebut, dia menyampaikan perannya lebih banyak diarahkan pada fungsi pengawasan sebagai wakil wali kota sekaligus menangani sejumlah isu sosial dan kemasyarakatan. Pihaknya juga, masih terlibat dalam beberapa program termasuk Komisi Daerah Lansia dan penanganan HIV.

“Fokus saya mungkin sebagai wakil, tentunya fungsi pengawasan. Banyak sih yang masih saya tangani,” ucapnya.

Meski tidak lagi memimpin Satgasus, Erwin mengaku tetap aktif menerima audiensi warga. Salah satu yang menjadi perhatian, adalah laporan terkait 120 kepala keluarga yang terisolir di kawasan Cisaranten.

“Ada 120 kepala keluarga terisolir di Jalan Cisaranten. Insya Allah mungkin selesai,” ujar dia.

Menurutnya, persoalan tersebut terjadi akibat akses jalan yang tertutup setelah adanya perubahan kepemilikan dan pemanfaatan lahan di kawasan tersebut. Kondisi itu, membuat sebagian warga kehilangan akses keluar-masuk yang layak.

“Terisolirnya karena ditutup jalannya sama warga. Ada tanah yang dibeli, mungkin dibangun jadi tidak ada jalan keluar,” jelasnya.

Guna encari solusi, pihaknya telah memanggil sejumlah dinas terkait. Di antaranya Dinas DPKP, Dinas Cipta Bintar dan pihak kelurahan. Pemerintah kota pun, tengah mengkaji opsi pembukaan akses jalan dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku.

“Sudah saya panggil DPKP, Cipta Bintar dan lurahnya juga. Kalau tidak melanggar aturan, kami membuka sedikit jalan dari area rusun,” ujar dia.

Selain kasus Cisaranten, Erwin juga menyebut banyak aduan warga lain yang masuk mulai dari masalah saluran air hingga persoalan lingkungan di tingkat RW. Pemerintah kota, akan terus merespons setiap keluhan melalui berbagai mekanisme. Baik audiensi maupun peninjauan langsung ke lapangan.

“Apapun keluhan warga, kalau bisa audiensi, surat atau langsung on the spot kita bantu selesaikan,” tuturnya.

Kata dia, dalam beberapa hari terakhir terdapat sejumlah kelompok warga yang datang menyampaikan aspirasi langsung ke pemerintah kota. “Banyak sih, ada di beberapa kelompok, sekitar enam lah,” ujar dia.

Erwin menilai, persoalan infrastruktur dasar masih menjadi keluhan utama warga Kota Bandung. Terutama terkait sampah dan saluran air. Isu tersebut menjadi salah satu prioritas yang akan terus ditangani bersama program pemerintah kota.

“Yang paling prioritas adalah sampah. Ini masih jadi polemik, tapi insya Allah akan ditangani,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana