Fantastis! Segini Harga Mobil Mewah Mercedes Benz yang Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

Segini harga mobil mewah Mercedez Benz yang dievakuasi dari ponpes Al Khoziny.

Fantastis! Segini Harga Mobil Mewah Mercedes Benz yang Dievakuasi dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
mobil di Al khoziny

INILAHKORAN - Tim SAR Gabungan menemukan sebuah mobil mewah jenis Mercedes-Benz di tengah proses evakuasi reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Mobil tersebut ditemukan dalam kondisi rusak berat setelah tertimpa material beton besar di sektor A3 atau A4 area reruntuhan.

Proses evakuasi kendaraan dilakukan menggunakan alat berat ekskavator karena posisi mobil berada di bawah puing beton tebal yang menimpa hampir seluruh bodinya. Setelah berhasil diangkat, kondisi mobil tampak ringsek parah dan nyaris tidak berbentuk.

Hingga kini, identitas pemilik dan nomor polisi kendaraan belum diketahui. Namun, beberapa sumber di lokasi menduga mobil itu merupakan milik pengasuh pesantren yang biasa diparkir di antara bangunan utama dan rumah pengasuh sebelum kejadian nahas pada Senin (29/9) lalu.

Berdasarkan pantauan dan ciri fisik kendaraan, mobil tersebut diduga merupakan tipe Mercedes-Benz S-Class, salah satu model sedan mewah asal Jerman yang dibanderol dengan harga sekitar Rp3,3 miliar di pasar Indonesia.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), memilih untuk tidak memberikan komentar terkait evakuasi kendaraan tersebut.

“Untuk evakuasi mobil kami tidak berkomentar. Fokus kami tetap pada penyelamatan dan pencarian korban jiwa,” ujarnya di lokasi kejadian.

Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi di Ponpes Al Khoziny masih terus berlanjut. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan daerah terus berupaya mengevakuasi korban serta mengamankan area yang masih rawan runtuh.

Insiden ambruknya bangunan mushalla Ponpes Al Khoziny terjadi saat proses renovasi di lantai tiga. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan santri menjadi korban dan memicu duka mendalam bagi masyarakat.


Editor : Firda Rachmawati