Farhan Laporkan Gaslah ke KLH dan Persiapkan Skema PSEL
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melakukan kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaporkan perkembangan program Gaslah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melakukan kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaporkan perkembangan program Gaslah, dan membahas skema pengolahan sampah elektrifikasi atau PSEL.
Kunjungan juga, menjadi momentum koordinasi pemanfaatan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Sarimukti sesuai regulasi yang berlaku.
"Ya, laporan tentang Gaslah. Laporan kita juga untuk mendaftar sebagai peserta pengolahan sampah untuk elektrifikasi, PSEL. Selain itu, ada juga masalah koordinasi terkait pemanfaatan TPS Sarimukti sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Farhan, Jumat 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Kunjungan selama dua hari itu disertai langsung Menteri Lingkungan Hidup, dipandu oleh Direktur Pengelolaan Limbah dan Sampah serta Deputi Perundang-undangan Hukum KLH. "Pak Menteri sendiri ingin langsung meninjau lokasi. Insyaallah kalau jadi, kita masih menunggu konfirmasi. Pak Menteri LH dan Menteri Pertanian akan melihat langsung apakah laporan kami sesuai kondisi di lapangan," ucapnya.
Kehadiran Menteri Pertanian dan Mendiktisaintek dalam kunjungan tersebut, dikemukakan ia bertujuan menilai potensi urban farming sebagai bagian dari ketahanan pangan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi. "Mendikti Saintek membuka wacana bersama tiga rektor yang hadir yaitu rektor ITB, rektor Unisba dan rektor UPI. Tujuannya menyusun konsep KKN mahasiswa di Kota Bandung yang akan menjadi petugas Gaslah pada bulan Juni nanti," ujar dia.
Farhan menyebut, jumlah mahasiswa yang akan dilibatkan diperkirakan mencapai 750 orang dari tiga perguruan tinggi tersebut dengan distribusi 2-3 orang di setiap kelurahan.
Terkait skema PSEL, ia mengatakan ada dua skema yang tengah dikaji. Skema Legok Nangka dianggap kurang cepat, sehingga pihaknya mengusulkan skema baru ke Danantara dengan kapasitas maksimal 1.000 ton tidak hanya berasal dari Kota Bandung. Tetapi juga dari Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.
"Setelah peninjauan pak menteri, dan jika bahan bakunya cocok. Saya akan sosialisasikan kepada Gubernur, Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat dan Cimahi," jelasnya.
Soal pemanfaatan listrik dari PSEL, Farhan menambahkan skema Danantara menekankan penyediaan sampah dan lahan sebagai prioritas. "Kalau masuk skema Danantara, yang penting kita sediakan sampah dan lahan," tandas dia.
Ia menambahkan, program tersebut menjadi bagian dari strategi Kota Bandung dalam menerapkan konsep sirkular ekonomi melalui inisiatif seperti Sirkular Bandung Utama (Kang Pisman, Buruan Sae dan Dapur Dasyat) yang diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan energi bersih di wilayah kota.***
Editor : JakaPermana

