Farhan Pastikan Seleksi Dirut Perumda Tirtawening Transparan dan Profesional

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, proses seleksi Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung berjalan profesional dan transparan.

Farhan Pastikan Seleksi Dirut Perumda Tirtawening Transparan dan Profesional
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, proses seleksi Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung berjalan profesional dan transparan.

INILAHKORAN.ID-Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, proses seleksi Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung berjalan profesional, transparan dan melibatkan sejumlah lembaga kredibel.

Mekanisme yang diterapkan kali ini, menjadi salah satu yang paling ketat dalam sejarah rekrutmen pimpinan BUMD sektor air di Kota Bandung.

Menurut Farhan sebanyak 96 orang tercatat mendaftar sebagai calon direktur utama (Dirut). Sementara itu, posisi dewan pengawas (Dewas) juga diminati sekitar 60 peserta. Tingginya jumlah pendaftar, menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap pengelolaan perusahaan daerah air minum tersebut.

“Artinya, Perumda Tirtawening dipandang strategis. Banyak profesional yang ingin terlibat memperbaiki layanan air di Kota Bandung. Tapi kami pastikan seleksinya tidak main-main,” kata Farhan, Senin 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan, seleksi dilakukan secara bertahap dengan menggandeng berbagai lembaga independen. Pemeriksaan kesehatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Uji psikologi dilakukan lembaga psikologi profesional, sementara aspek akademik dan kompetensi manajerial turut melibatkan akademisi dari Universitas Padjadjaran.

Tak hanya itu sambung Farhan, proses administrasi dan kepatuhan regulasi juga diawasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, juga dilibatkan mengingat tata kelola BUMD kini berada dalam pengawasan ketat dan harus sesuai dengan regulasi terbaru.

“BUMD sekarang tidak bisa dikelola sembarangan. Ada aturan ketat dari Kemendagri. Karena itu, kami libatkan BKN dan kementerian supaya semuanya sesuai prosedur dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ucapnya.

Ia menyebut, hingga saat ini proses seleksi masih berlangsung dan belum memasuki tahap final. Pihaknya mengaku belum menerima laporan hasil akhir, karena tim seleksi masih melakukan proses penyaringan dan penilaian mendalam terhadap para kandidat.

“Saya belum melihat hasil kerucut akhirnya. Baru daftar kandidat yang lolos administrasi dan tes awal. Kita tunggu hasil akhir dari tim independen,” ujar dia.

Farhan menegaskan, transparansi menjadi prinsip utama dalam seleksi Dirut Perumda Tirtawening. Pemkot Bandung tidak ingin pengisian jabatan strategis tersebut, dipersepsikan sebagai keputusan politis.

“Kita ingin ini benar-benar berbasis kompetensi. Track record, integritas, kemampuan manajerial dan visi bisnisnya harus jelas. Perumda Tirtawening ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, cakupan layanan air bersih Perumda Tirtawening baru menjangkau sekitar 38 persen warga Kota Bandung. Pemkot Bandung menargetkan perluasan layanan minimal hingga 50 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Ia menambahkan, direktur utama terpilih harus mampu menghadirkan terobosan. Baik dari sisi pembiayaan, efisiensi operasional, maupun inovasi model bisnis. Termasuk pengelolaan air limbah, dan penguatan laboratorium uji kualitas air.

“Kita butuh figur yang bukan hanya administratur, tetapi problem solver. Tantangannya besar, mulai dari perluasan jaringan sampai pengelolaan air limbah yang terintegrasi,” ujar dia.

Dengan melibatkan berbagai institusi kredibel dan mekanisme seleksi berlapis, Farhan berharap dapat menghasilkan pimpinan Perumda Tirtawening yang profesional, akuntabel dan mampu mempercepat peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Bandung.***


Editor : JakaPermana