Farhan Tinjau Pasar Sederhana, Pantau Keluhan Warga Harga MinyaKita Naik
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan pemantauan langsung ke Pasar Sederhana, menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kenaikan harga MinyaKita.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan pemantauan langsung ke Pasar Sederhana, menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kenaikan harga Minyakita yang terjadi secara tiba-tiba. Kunjungan lapangan tersebut, dilakukan memastikan pola distribusi dan faktor yang memengaruhi harga di tingkat pedagang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pemantauan tersebut dilakukan bersama jajaran TNI dan Polri termasuk Kodim dan Polrestabes Bandung guna memperoleh gambaran langsung kondisi di lapangan. Pihaknya menyoroti adanya sistem distribusi yang terbagi antara Bulog, dan mekanisme pasar bebas.
“Kementerian Perdagangan memberikan jatah distribusi kepada Bulog sebesar 30 persen dari Minyakita. Sementara 70 persen lainnya tetap didistribusikan melalui mekanisme pasar,” kata Farhan, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, skema distribusi tersebut berdampak langsung pada stabilitas harga di lapangan. Pihaknya menjelaskan, Minyakita yang disalurkan melalui ritel mitra Bulog masih dapat dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter.
“Untuk yang 30 persen didistribusikan oleh Bulog, barang tersebut sudah bisa diterima oleh para mitra ritel Bulog di pasar-pasar dengan harga tertinggi Rp15.700 per liter,” ucapnya.
Farhan menambahkan, perbedaan harga terjadi ketika masyarakat membeli di luar jaringan ritel mitra Bulog di mana harga mengikuti mekanisme pasar dan sangat bergantung pada distributor serta kondisi pasokan.
"Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi Minyakita, dan memastikan tidak terjadi penimbunan yang dapat mengganggu stabilitas harga di masyarakat," ujar dia.***
Editor : JakaPermana


