Festival Asia Afrika: Secangkir Kopi untuk Diplomasi
BANDUNG kembali menjadi tuan rumah perjumpaan budaya dunia. Persiapan pun dilakukan hingga ke urusan parkir dan rekayasa lalu lintas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
BANDUNG kembali menjadi tuan rumah perjumpaan budaya dunia. Persiapan pun dilakukan hingga ke urusan parkir dan rekayasa lalu lintas.
Oleh : Yogo Triastopo
Secangkir kopi, percakapan hangat, dan pesan persahabatan akan mewarnai Festival Asia Afrika di Bandung. Bukan sekadar jamuan, diplomasi kopi menjadi cara kota ini mengenalkan budaya dan cita rasa Indonesia.
Sebanyak 25 duta besar negara-negara Asia dan Afrika dijadwalkan menikmati kopi bersama sebagai simbol persahabatan sekaligus mengenalkan kekayaan kopi Indonesia kepada dunia
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan simposium persiapan pengajuan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Setelah itu, para duta besar dari negara-negara Asia dan Afrika akan mengikuti jamuan makan malam serta berbagai agenda kebudayaan yang menjadi wajah keramahan Kota Bandung.
“Kita akan memperkenalkan diplomasi kopi. Jadi kita akan ngopi bareng dengan 25 duta besar negara-negara Asia Afrika yang kita undang ke sini,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Rabu (8/7).
Ya, akhir pekan ini, kawasan Jalan Asia Afrika Kota Bandung kembali bersiap menjadi panggung yang mempertemukan sejarah, budaya, dan diplomasi.
Ribuan warga diperkirakan akan memadati pusat Kota Bandung untuk menikmati Festival Asia Afrika yang digelar pada 11–12 Juli.
Di balik kemeriahan itu, pemerintah kota pun sibuk memastikan setiap sudut kota siap menyambut tamu, mulai dari urusan parkir hingga kelancaran arus lalu lintas.
Sejumlah kantong parkir disiapkan di berbagai titik strategis. Mulai dari Jalan Naripan hingga kawasan Cikapundung akan difungsikan sebagai lokasi parkir bagi kendaraan pengunjung agar kepadatan di sekitar lokasi acara dapat dikendalikan.
Farhan mengatakan, penyediaan kantong parkir merupakan bagian dari persiapan teknis agar masyarakat dapat menikmati festival dengan nyaman tanpa harus kesulitan mencari tempat parkir.
“Kantong parkir akan disiapkan mulai dari Jalan Naripan sampai ke Cikapundung. Itu semua akan dijadikan sebagai kantong parkir, termasuk titik start dan titik finisnya,” ujar Farhan, Rabu (8/7).
Tak hanya itu, Pemkot Bandung bersama Dinas Perhubungan dan Polrestabes Bandung juga tengah menyusun berbagai skema rekayasa lalu lintas.
Analisis dilakukan untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan lancar meski kawasan pusat kota menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala internasional.
“Untuk rekayasa jalan, sekarang sedang dilakukan berbagai macam analisis dampak lalu lintasnya oleh Dishub dan juga Polrestabes,” katanya. Di tengah persiapan tersebut, Farhan juga mengingatkan tidak boleh ada ruang bagi praktik parkir liar.
Dia menegaskan, pengawasan akan diperketat agar tidak ada oknum yang memanfaatkan keramaian dengan menarik tarif parkir di luar ketentuan. “Begitu kita menemukan ada yang parkir liar, kita akan sikat. Tidak boleh ada parkir liar, tidak boleh ada getok parkir,” tegasnya. (gin)
Editor : Gin gin T Ginulur

