Gagasan Sekolah Maung Dedi Mulyadi Masih Dikaji
Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengenai pembangunan Sekolah Manusia Unggulan (Maung) di 2026 masih dikaji.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengenai pembangunan Sekolah Manusia Unggulan (Maung) di 2026 masih dikaji.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryaman mengatakan, gagasan tersebut secara mikronya masih dielaborasikan di Dinas Pendidikan (Disdik).
"Intinya kita ingin menghasilkan anak-anak yang punya standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan hari ini, ke depan. Baok di dunia industri, maupun pertanian dan sebagainya. Kebutuhan pasar lah," kata Herman saat dihubungi, Senin 12 Januari 2026.
Disdik Jabar sambung dia, tengah menyiapkan rencana teknis terkait jumlah Sekolah Maung yang dibutuhkan dan jumlah siswa.
"Di mana saja dan sebagainya, nanti diinformasikan oleh Dinas Pendidikan," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung mendukung penuh rencana pembangunan SMK baru bertajuk Sekolah Maung tersebut.
Sekolah ini dalam rangka penguatan vokasi di SMK baru yang akan dibangun tahun ini, dengan sejumlah keunggulan untuk menghadapi persaingan dunia kerja setelah siswa lulus sekolah.
"Nah, Sekolah Maung ini memanfaatkan program USB bidang vokasi. Jadi SMK-SMK yang saat belum ada judul (nama), Maung itu jadi judul di sekolah," kata Yomanius.
Pemilihan nama Sekolah Maung ini sendiri kata dia bukan tanpa alasan, ada keinginan dari Pemprov Jabar untuk menjadikan pendidikan vokasi sebagai unggulan.
"Maka istilahnya Maung, manusia unggul. Orientasi sekarang itu pilihannya dari yang vokasi. Maka terkait dengan teknologi digital, terkait dengan manufaktur, terkait dengan pertanian, ada beberapa itu. Itu yang kemudian menjadi basis mempersiapkan unit sekolah baru dengan tema Maung," ucapnya.
Jumlah Sekolah Maung yang akan dibangun di Jabar kata Yomanius, cukup banyak. Hanya saja dirinya belum mengingat secara rinci, jumlah Sekolah Maung yang akan dibuat.
"Dari kebijakan APBD (2026) kemarin, ada 50 USB. Baik yang SMA, SMK dan SLB. Nah yang SMK, itu diorientasikan menjadi Sekolah Maung. Cuma saya belum lihat, berapa (jumlah) persisnya," kata Yomanius.
Terlepas dari itu, Komisi V DPRD Jabar tegas dia, mendukung penuh Sekolah Maung yang dibangun pada 2026 ini, guna memastikan kesiapan siswa pasca lulus sekolah, menghadapi persaingan dunia kerja.
"Iya (mendukung). Itu kan orientasinya kepada implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2017 (tentang Penyelenggaraan Pendidikan)," ucapnya.
Disadur dari akun YouTube-nya, Dedi Mulyadi mengaku akan membangun Sekolah Maung di 2026 ini. Sekolah ini disiapkan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dan mulai efektif beroperasi pada 2027.
Dalam Sekolah Maung, ada sejumlah jurusan strategis yang dirancang Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan yang akan diimplementasikan.
"Dengan enam jurusan. Satu, jurusan teknologi informasi. Dua, jurusan otomotif. Yang ketiga jurusan pertanian. Yang keempat jurusan olahraga. Yang kelima jurusan elektro. Yang keenam, jurusan kelautan," papar Dedi.
Selain membangun Sekolah Maung, dia juga berencana akan membenahi sarana prasarana di sekitar sekolah tersebut. Mulai dari taman, trotoar hingga jalan.
"Jalan-jalan provinsi yang menuju arah tiap daerah dan di depannya ada sekolah bangun trotoar yang bagus, jalan provinsi, sekolah, trotoarnya kasih kursi kasih lampu, kasih halte. Bikin desain halte yang bagus," ucapnya.
Dedi berharap, gagasannya ini dapat didukung penuh oleh pemerintah pusat, melalui sokongan anggaran, supaya dapat beroperasi maksimal. Kendati Pemprov Jabar tegas dia, telah mengalokasikan anggaran dalam pembangunan infrastruktur tersebut. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti


