Gedung SDN 1 Cibenda dan SDN Padakati Jadi Tempat Pengungsian Warga Korban Longsor Cipongkor, Disdik KBB: Siswa Belajar Secara Daring
Disdik KBB memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa SDN 1 Cibenda dan SDN Padakati di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilakukan secara daring atau online.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Disdik KBB memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa SDN 1 Cibenda dan SDN Padakati di Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilakukan secara daring atau online.
Hal itu dilakukan menyusul gedung dan ruangan di dua sekolah dasar tersebut digunakan untuk menampung warga pengungsi yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu 24 Maret 2024 malam.
Seperti diketahui, bencana tanah longsor menerjang puluhan rumah warga di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu 24 Maret 2024.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat, korban terdampak bencana tanah longsor mencapai 429 jiwa atau 115 Kepala Keluarga (KK) dan kini mereka diungsikan ke GOR Desa Cibenda, SDN 1 Cibenda dan SDN Padakati.
"Kebetulan Penilaian Tengah Semester (PTS) Genap sudah berakhir tinggal pelaksanaan Pesantren Kilat," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Asep Dendih saat ditemui di lokasi pengungsian.
Kendati kondisi dampak bencana tanah longsor di Kampung Gintung ini sangat urgen, jelas Asep, maka Disdik memberikan izin dua sekolah tersebut sebagai lokasi penampungan korban terdampak bencana.
"Untuk SDN 1 Cibenda dan SDN Padakati kita izinkan untuk jadi tempat pengungsian. Sedangkan, para siswa melaksanakan KBM secara daring," jelasnya.
"Kami hanya mengizinkan dua sekolah ini untuk penampungan warga yang terdampak bencana tanah longsor ini," ucapnya.
Disinggung terkait apakah ada siswa yang turut menjadi korban bencana longsor, Asep mengakui belum menerima laporan. Namun, menunggu informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB.
"Kami menunggu informasi dari BPBD KBB. Sedangkan, sampai kapan para pengungsi tinggal di dua sekolah tersebut, kami menunggu arahan dari pimpinan," tandasnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


