Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Kukuhkan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Catatan positif dari peserta gelombang pertama pendidikan karakter Panca Waluya, menjadi landasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengukuhkan sekolah kebangsaan jawa barat istimewa.
Dalam pidatonya pada upacara Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 20 Mei 2025, Gubernur Dedi menyebut sejatinya tidak ada anak yang nakal.
Anak yang dianggap nakal dan bermasalah, lalu dikirimkan untuk mengikuti pendidikan karakter Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) selama 18 hari terakhir kata dia, telah membuktikannya pada hari ini.
Bahwa sejatinya mereka membutuhkan ruang untuk ekspresi, yang selama ini belum terarah. Maka dari itu, dengan hadirnya Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, kian memperluas ruang bagi anak untuk tumbuh kembang lebih baik.
"Tidak ada anak nakal, ini masa mereka menuju dewasa. Di hari ini, Pemprov Jabar. Sekolah yang berjalan ada pendidikan karakter, bela negara, akan saya resmikan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa," ujar Dedi.
Anak peserta Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa sambung dia, akan mengikuti pendidikan Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi.
"Akan dipusatkan di Dodik Lembang. Kalau ada lembaga pendidikan lainnya, kami akan kerjasama," ucapnya.
Nantinya, yang sekolah di sana bukan lagi hanya anak bermasalah. Tetapi juga anak yang memiliki prestasi akademik di sekolah konvensional.
"Bersekolah di situ bukan anak yang tawuran, korban ML (mobile legend) tapi memiliki anak kemampuan akademik, pikiran yang tinggi," kata dia.
Seperti diketahui, total ada 273 anak yang mengikuti pendidikan karakter Panca Waluya pada gelombang pertama. Dimana mereka selama ini dianggap bermasalah, yang dikirimkan oleh sekolah dan orangtua untuk dibina. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

