Guru Diduga Hilang Gegara Utang, SMAN 1 Bandung Tunggu Kabar dari Polisi

Masalah guru mata pelajaran ekonomi SMAN 1 Kota Bandung bernama Ardie Richardiansyah (35 tahun) yang hilang secara misterius, diduga gara-gara utang, diserahkan sepenuhnya oleh pihak sekolah kepada kepolisian.

Guru Diduga Hilang Gegara Utang, SMAN 1 Bandung Tunggu Kabar dari Polisi
Masalah guru mata pelajaran ekonomi SMAN 1 Kota Bandung bernama Ardie Richardiansyah (35 tahun) yang hilang secara misterius, diduga gara-gara utang, diserahkan sepenuhnya oleh pihak sekolah kepada kepolisian.

INILAHKORAN, Bandung - Masalah guru mata pelajaran ekonomi SMAN 1 Kota Bandung bernama Ardie Richardiansyah (35 tahun) yang hilang secara misterius, diduga gara-gara utang, diserahkan sepenuhnya oleh pihak sekolah kepada kepolisian.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Bandung Kardiana menduga, hilangnya Ardie lantaran ada masalah pribadi berupa utang piutang dengan sejumlah guru lainnya dan koperasi sekolah.

Hilangnya Ardie lanjut Kardiana, tidak berdampak pada aktivitas pendidikan di SMAN 1 Bandung. Namun pihaknya tetap berharap kepolisian menemukan sang guru tersebut.

"Kebetulan di kami itu agak berlebih guru ekonomi, jadi tidak ada kendala. Beliau mengajar di kelas 10. Sehingga tidak mengganggu lah," ujar Kardiana Rabu 30 Juli 2025.

Pihak sekolah lanjut dia, sudah berkunjung ke kediaman Ardie beberapa waktu lalu. Kardiana mengatakan, pihak keluarga saat itu menyampaikan ada seperti tulisan di kertas yang mengarah pada bunuh diri. Namun pihak sekolah akan tetap menunggu kabar dari pihak kepolisian. 

"polisi tadi pagi datang ke sini dan menanyakan kronologis yang saya sampaikan saja, hari Kamis hilang nya. Cuma kami tidak melaporkan karena yang yang berhak melaporkan itu adalah pihak keluarga," ucapnya.

Menurutnya, seberapapun besarnya utang yang saat ini tengah ditanggung oleh Ardie, ada baiknya tetap dihadapi dan tetap bertanggungjawab. 

"Ya, mudah-mudahan kalau ada ya, bertanggung jawab ya jangan meninggalkan. Itu sebenarnya masalah pribadi sih ya. Cuma ya jangan seperti inilah meninggalkan tiba-tiba orang yang dipinjamkan juga menjadi pertanyaan besar," jelasnya. 

Lebih lanjut, Kardiana mengungkapkan, para guru di sekolah mengharapkan agar Ardie bisa datang ke sekolah dan bisa dibicarakan semuanya dengan baik-baik. Sebab, hal itu, dikatakannya merupakan sebuah tanggungjawab yang harus dipenuhi. 

"Ya, harapan sekolah itu menginginkan beliau bertanggung jawab, mungkin dia khilaf dan mau menginformasikan yang sebenar-benarnya, kalau mau dicicil atau terserah dialah. Yang penting dia mau bertanggungjawab dan kembali lagi ke sekolah," katanya.

Pihak sekolah sendiri menduga hilangnya Ardie disebabkan karena persoalan pribadi yang mana Kardiana mengatakan, Ardie memiliki beberapa utang terhadap beberapa pihak termasuk guru

"Itu masalah pribadi. Jadi masalah pribadi mungkin utang, kalau utang kan ya pasti akan menghindar ya, karena di SMA 1 itu ada delapan guru yang dipinjamkan," ungkapnya.

Saat itu kata dia, para guru yang meminjamkan uang kepada Ardie memang tidak ada perjanjian resmi untuk tenggat waktu yang harus dibayarkan. Di sisi lain ada juga dugaan terlilit utang dari pinjaman online. 

"Mungkin ada laporan juga dari luar itu dari Pinjol. Ya saya berasumsi mungkin dia menghindari, karena ini sebagian rekan-rekan juga dijanjikan tanggal 25 dikembalikan. Ternyata 25 ke sini-sini sini tidak ada informasinya," jelasnya.

Sebelumnya, Kardiana mengatakan, Ardie melakukan peminjaman uang kepada delapan guru dan satu koperasi sekolah, dengan nominal secara keseluruhan berkisar ratusan juta rupiah. 

"Totalnya itu kalau tidak salah ya Rp373 juta itu yang baru di sini aja di SMA 1. Ada informasi lain katanya dari Pinjol terus bank di total-total itu Rp600 juta," katanya.

Pihak sekolah pun sudah melaporkan peristiwa ini ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan 7 dimana nantinya akan ditindaklanjuti dan diberikan solusi kedepannya seperti apa. Adapun pelaporan dilakukan sejak beberapa hari kemarin.

"Ini kan belum 10 hari, kalau sudah 10 hari tidak masuk, PPPK itu langsung putus kontrak, kalau tidak salah ya. Kemarin juga kami melalui kepala sekolah sudah ke rumah orang tua beliau," jelasnya. 

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Ardie terakhir keluar rumah di kawasan Dipatiukur, Kota Bandung sekitar pukul 12.30 WIB pada hari Kamis pekan lalu. Adapun kehilangan ini mulanya diketahui oleh pihak sekolah yang tidak pernah bisa menghubungi Ardie. Setelah itu, pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

"Untuk saat ini perkembangan polisi, kalau lihat polanya kayaknya lagi ada masalah dan sedang menghindar. Sampai sekarang belum ada kabar," ungkap Amelia adik kandung Ardie saat dihubungi, Selasa (30/7/2025). ***


Editor : JakaPermana