Habiskan Hampir Rp10 Triliun, Ini Harapan Mulyadi di Proyek Bendungan Cibeet dan Cijuray

Usai Pemprov Jabar melakukan penunjukan lokasi (penlok) Bendungan Cibeet dan Cijuray, anggota DPR Mulyadi menyebutkan selanjutnya dibentuk Tim 9 yang bertugas untuk pembebasan lahan.

Habiskan Hampir Rp10 Triliun, Ini Harapan Mulyadi di Proyek Bendungan Cibeet dan Cijuray
Mulyadi menegaskan, keberadaaan Bendungan Cibeet dan Cijuray itu relatif penting. Sebab, fungsinya tidak hanya sebagai pengendali bencana alam banjir di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi, tetapi juga sebagai cadangan air bersih atau baku untuk masyarakat wilayah timur Kabupaten Bogor. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Usai Pemprov Jabar melakukan penunjukan lokasi (penlok) Bendungan Cibeet dan Cijuray, anggota DPR Mulyadi menyebutkan selanjutnya dibentuk Tim 9 yang bertugas untuk pembebasan lahan.

Mulyadi menegaskan, keberadaaan Bendungan Cibeet dan Cijuray itu relatif penting. Sebab, fungsinya tidak hanya sebagai pengendali bencana alam banjir di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi, tetapi juga sebagai cadangan air bersih atau baku untuk masyarakat wilayah timur Kabupaten Bogor.

"Setelah Pemprov Jabar menetapkan Penlok Bendungan Cibeet dan Cijuray, maka pemerintah pusat atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membentuk Tim Sembilan untuk pembebasan lahan degan perkiraan total luas lahan sekitar 1.800 hektare," ujar Mulyadi kepada wartawan, Minggu 13 Agustus 2023.

Politisi Partai Gerindra ini menuturkan  Tim Sembilan atau Pembebasan Lahan, yang terdiri dari Kemenpupr, Kantor ATR/BPN, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

"Sambil menunggu revisi Detail Engineering Desigan (DED), juga perlu revisi Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor," tuturnya.

Mulyadi menjelaskan, jika dibandingkan proyek pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi di Kawasan Puncak, anggaran proyek pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijuray lebih besar.

"Total nilai proyek pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijuray bisa mencapai Rp10 triliun, hal itu karena luas lahannya bisa meluas hingga 1.800 hektare atau bertambah 300 hektare dari rencana awal," jelas Mulyadi.

Proyek pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijuray ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024, namun dipastikan mundur karena waktu peyelesaian pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut menggunakan tahun jamak atau multi years. 

Pria yang juga bertugas di Badan Anggaran DPR ini pun meminta pemerintah melakukan kajian pra, saat hingga pasca pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijuray.

"Pemerintah harus matang dalam perencanaan, baik dalam menerapkan nilai kompensasi ganti untung lahan milik warga, libatkan masyarakat dalam pembangunan hingga ada manfaat lain seperti bendungan sebagai objek wisata atau olahraga," pintanya.*** (reza zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani