Hadapi Ramadan, Sekda Jabar Ingatkan Bandung Raya Kurangi Sampah Makanan
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman memprediksi, bakal terjadi peningkatan jumlah sampah di Bandung Raya saat Ramadan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman memprediksi, bakal terjadi peningkatan jumlah sampah di Bandung Raya saat Ramadan.
Maka dari itu, Herman meminta pemerintah kabupaten/kota di Bandung Raya, Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan mitigasi mengantisipasi lonjakan sampah di Ramadan nanti.
"Awas, jangan lupa pengelola sampah ada di kabupaten/kota, walaupun provinsi back up. Karena itu kami mohon, terutama menghadapi bulan puasa dan hari raya Idul Fitri, pasti sampah akan meningkat tajam," ujar Herman, Kamis 5 Februari 2026.
Strategi yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota Banding Raya dan masyarakatnya kata dia, adalah dengan mengurangi sampah makanan di hulu atau keluarga.
"Maka rumusnya, selain di hilir yang kami lakukan terus di hulu, yakni di tingkat keluarga," ucapnya.
Bahkan Herman mengaku telah meminta Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk memaksimalkan perangkatnya hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), untuk mengurangi sampah makanan.
"Tadi sudah ngobrol dengan Pak Wali Kota Bandung, ayo dong Pak Wali, camat, lurah RW, RT, seterusnya sampai tingkat keluarga kurangi sampah, manfaatkan sampah, pilah sampah minimal sampah makanan. Tidak ada sampah makanan dari rumah," katanya.
Herman meyakini, bila sampah makanan dapat dikurangi, maka sampah yang dibuang ke TPPAS Regional Sarimukti dapat ditekan.
"Minimal itu dan saya yakin akan mengurangi sampah sampai setengahnya," ujarnya.
Sebab ungkap Herman, dari 1.200 ton sampah yang dibuang ke TPPAS Regional Sarimukti, separuhnya adalah sampah makanan.
"Setiap hari kurang lebih 1.200 ton sampah yang di Sarimukti, setengahnya sampah makanan. Jadi kami imbau warga Bandung tidak boleh ada sampah makanan dari rumah," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

