Hanafi Beberkan Solusi untuk Penanganan Banjir di Tegallega

Pj Sekda Kota Bogor Hanafi membeberkan penanganan banjir di RW 01, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Utara. Diketahui beberapa minggu lalu Kampung RW 01 sempat dilanda banjir setinggi 1,5 meter setelah diguyur hujan deras yang menyebabkan air di anak sungai Ciparigi meluap.

Hanafi Beberkan Solusi untuk Penanganan Banjir di Tegallega
Hanafi melanjutkan, pada Senin 30 Desember 2024 besok, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Konsultan Perencana akan melakukan survei ke lapangan untuk mengkaji secara teknis kebutuhan yang perlu dilakukan guna mengatasi banjir ini. (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Pj Sekda Kota Bogor Hanafi membeberkan penanganan banjir di RW 01, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Utara. Diketahui beberapa minggu lalu Kampung RW 01 sempat dilanda banjir setinggi 1,5 meter setelah diguyur hujan deras yang menyebabkan air di anak sungai Ciparigi meluap.

"Jadi beberapa minggu lalu, airnya meluap ditambah terjadi penyempitan saluran air akibat adanya rumah warga di atas drainase," kata Hanafi kepada wartawan, Minggu 29 Desember 2024.

Hanafi melanjutkan, pada Senin 30 Desember 2024 besok, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Konsultan Perencana akan melakukan survei ke lapangan untuk mengkaji secara teknis kebutuhan yang perlu dilakukan guna mengatasi banjir ini. 

"Setelah kajian selesai, hasilnya akan dikomunikasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dan diusulkan masuk ke dalam anggaran perubahan 2025," tutur Hanafi.

Hanafi menjelaskan, kepada warga bahwa jika hasil kajian nantinya mengharuskan pembongkaran satu rumah, konsekuensi tersebut harus diterima.  

"Menurut Ketua RW, dulunya di atas salah satu rumah warga merupakan bagian dari sungai besar. Karena ada rumah, drainase pun menjadi menyempit," jelasnya.

Di tempat yang sama, Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengatakan bahwa Pj Sekda sudah melihat  secara langsung ke Kampung RW 01, kunjungan itu dilakukan untuk monitoring dan evaluasi (monev) pasca meluapnya air anak sungai Ciparigi yang menyebabkan banjir setinggi 1,5 meter. 

"Beberapa rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan air, sehingga penghuni rumah terpaksa mengungsi. Di sini memang sudah sering banjir, jadi masyarakat selalu was-was kalau hujan deras. Makanya, masyarakat sangat berharap pemerintah turun tangan untuk memperbaiki ini," terangnya.  

Hardi menambahkan, tim dari Dinas PUPR dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) turut mengecek kondisi, apakah dapat dilakukan perbaikan atau pembuatan sodetan baru untuk menampung air sungai ketika terjadi hujan deras. 

"Untuk rumah yang mengalami kerusakan, kami sudah mengajukan perbaikan melalui dana RTLH dan BTT," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani