Hasil TKA 2026 Kota Cimahi, Kadisdik: Ada Nilai yang Masih Rendah

Disdik Kota Cimahi menyebutkan hasil TKA tahun 2026 belum semua merata bahkan ada nilai yang masih rendah, seperti bahasa Indonesia dan matemika

Hasil TKA 2026 Kota Cimahi, Kadisdik: Ada Nilai yang Masih Rendah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna ungkap hasil TKA siswa di Kota Cimahi masih ada nilai yang rendah. Foto Agus Satia Negara

INILAHKORAN.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SD dan SMP tahun 2026. 

Hasilnya, meski sejumlah siswa berhasil meraih nilai sempurna 100 di Bahasa Indonesia maupun Matematika, angka rata-rata secara keseluruhan menunjukkan ketimpangan yang perlu ditinjau lebih dalam.

Berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh satuan pendidikan, capaian tertinggi di kedua mata pelajaran mencapai angka maksimal. Namun, perbandingan nilai rata-rata memperlihatkan kesenjangan cukup signifikan. Untuk jenjang SMP, Bahasa Indonesia memiliki rata-rata 69,36, sedangkan Matematika hanya berada di angka 42,25. 

Di jenjang SD, Bahasa Indonesia mencatat rata-rata 69,23, sementara Matematika sedikit lebih baik di 50,61 tapi masih tergolong rendah.

"Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat hasil TKA bukan sekadar ukuran kemampuan siswa semata, melainkan juga cerminan efektivitas proses pembelajaran di sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, Selasa (16/6/2026).

Padahal, jelas Nana, nilai tersebut kini memiliki fungsi ganda, yakni sebagai tolok ukur kemajuan belajar sekaligus salah satu syarat resmi dalam penerimaan siswa baru.

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebelum menyusun langkah perbaikan terstruktur. 

"Kita tunggu panduan dari pusat terlebih dahulu. Namun saya sudah sampaikan kepada seluruh kepala sekolah agar menjadikan data ini sebagai bahan evaluasi internal masing-masing sekolah," jelasnya.

Nana menegaskan, peningkatan mutu harus melibatkan semua unsur pendidikan, terutama pengawas sekolah sebagai ujung tombak pembinaan. 

"Kepada pengawas dan satuan pendidikan sudah diarahkan untuk segera merumuskan strategi agar hasil belajar, khususnya Matematika, bisa meningkat secara berkelanjutan ke depannya," tegasnya.

Lebih lanjut, Nana menuturkan, hasil TKA kini memiliki bobot penting dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP. Dalam jalur prestasi akademik, komposisinya adalah 50 persen berasal dari nilai rapor semester 1 hingga 5 kelas 4–6 dan 50 persen lainnya diambil dari nilai TKA.

"Selain itu, hasil tes ini juga terintegrasi dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Jika TKA mengukur kemampuan per siswa secara individu, ANBK memotret kualitas sistem pendidikan secara menyeluruh," tuturnya.

Nana menyebut, gabungan kedua data ini kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan rapor pendidikan setiap sekolah.

"hasil TKA menjadi bagian dari data pendukung ANBK, sehingga gambaran capaian pendidikan di Kota Cimahi bisa terlihat lebih lengkap dan akurat," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti