Idul Adha 2024, PJ Wali Kota Bogor Hery Antasari Jamin Harga dan Ketersediaan Beras Aman
Jaminan aman soal ketersediaan beras pada Idul Adha 2024 disampaikan PJ Wali Kota Bogor Hery Antasari usai mengecek gudang Bulog setempat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari memastikan ketersediaan beras aman menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2024.
Jaminan aman soal ketersediaan beras pada Idul Adha 2024 disampaikan Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari usai melakukan pengecekan ke Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Dramaga Bogor dan pasar-pasar setempat.
"Perlu saya sampaikan, bahwa Bulog siap untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan di level yang masih dalam tahap normal. Karena Bulog ini memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas bahan pokok penting di masyarakat, terutama khususnya beras yang menjadi komponen penting yang juga berkontribusi pada inflasi dan juga deflasi," ungkap Hery Antasari pada Minggu 16 Juni 2024.
Hery melanjutkan, karena itu diperlukan adanya penguatan kerja sama untuk memastikan kolaborasi dengan Bulog terus berlangsung.
Sementara itu, Kepala Cabang Gudang Bulog Dramaga Bogor, Yanto Nurdiyanto mengatakan, dari pemantauan dan monitoring antusias masyarakat Bogor terhadap beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) cukup tinggi. Saat ini harga tebus beras SPHP kualitas medium di Gudang Bulog Bogor senilai Rp 11.000 per kilogram atau Rp 55.000 untuk kemasan per lima kilogram dan dijual oleh pedagang kepada konsumen berdasarkan aturan harga eceran tertinggi (HET).
"Kualitasnya medium karena beras yang disalurkan adalah beras cadangan pemerintah ya, kami juga punya visualnya jadi bisa dilihat kualitasnya bagus," tutur Yanto.
Yanto menerangkan, Bulog selalu meningkatkan kualitas dan menjaganya agar lebih diakui oleh masyarakat bahwa beras Bulog itu sudah menjadi lebih baik. Saat ini, Gudang Bulog Bogor mendapat pasokan tambahan stok beras dari cabang Bulog yang berada di wilayah surplus ketersediaan beras, seperti Karawang, Subang dan Cirebon yang menjadi daerah produsen.
"Kemudian Bulog Bogor juga memiliki tambahan stok beras impor sebanyak 1.900 sampai 2.000 ton dari total kapasitas gudang 7.000 ton. Saat ini secara administrasi, ketersediaan beras di Gudang Bulog Bogor ada 6.700 dan dijadwalkan pada Juni ini akan ada 4.500 ton beras yang akan masuk," terangnya.
"Gudang kami yang ada di Dramaga ini memang kapasitasnya hanya maksimal 7.000 ton, kami stoknya tidak bisa menyimpan lama, jadi setiap kekurangan stok akan dipasok oleh cabang lain untuk memenuhi kuota penyaluran yang setiap bulan rata-rata 7.000 ton. Jadi jumlah itu terus keluar masuk," tambah Yanto.
Yanto membeberkan, jumlah tersebut secara berkelanjutan disalurkan kepada toko atau pedagang sesuai kebijakan yang ada, yakni 4 ton dalam satu minggu dari yang semula hanya dua ton. Sehingga pasokan dan ketersediaan beras di pasaran tidak terputus.
"Dalam seminggu itu biasanya dikirim 2 ton (ke toko) 3 hari habis. Sehingga kami mencoba supaya ketersediaan stok yang ada di toko nyambung seminggu gitu. Jadi kami buka kebijakan setiap toko bisa dua kali pengambilan dalam seminggu masing-masing 4 ton," bebernya.
Editor : Bsafaat


