Ini Kata Bey Machmudin, Soal Evaluasi Nataru 2025
Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 baru saja rampung dilaksanakan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 baru saja rampung dilaksanakan.
Soal hasil evaluasinya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengaku banyak pekerjaan rumah (PR) besar.
Antaranya pungutan liar (Pungli), kemacetan, kecelakaan dan utamanya kata Bey Machmudin, soal pelecehan seksual.
Bahkan Pemprov Jabar kata Bey Machmudin, akan melakukan rapat terbatas melibatkan Saber Pungli, aparat kepolisian, Satpol PP dan Inspektorat Daerah Jawa Barat, guna menindaklanjuti sejumlah masalah yang terjadi sepanjang Nataru 2025 lalu.
"Saya mau rapatin Pungli dan yang terakhir, yang cukup mengecewakan itu yang pelecehan turis Singapura," ujar Bey Machmudin di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin 6 Januari 2025.
Dia mengatakan, pelecehan yang dilakukan sejumlah oknum di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung kepada turis perempuan asal Singapura beberapa waktu lalu telah mencoreng nama Jabar.
Dia pun sepakat, sesuai keinginan turis asal Singapura tersebut yang ingin pelaku pelecehan meminta maaf secara publik.
"Itu sangat memalukan sekali ya dan saya baca bahwa ada syarat dari turis Singapura itu mnta maaf ke warga Bandung, itu saya rasa cukup baik dilaksanakan," ucapnya.
Terkait adanya dorongan dari DPRD Jabar, supaya dibangun kerjasama melibatkan aparat penegak hukum untuk memberantas Pungli. Bey Machmudin mengaku pasti akan melakukannya.
Bahkan kata dia, Pemprov Jabar berencana akan melakukan ujicoba pada libur panjang pada akhir Januari 2025 ini.
"Pasti. Kami inginnya ujicoba, kan nanti ada lagi long weekend akhir Januari. Kami ingin Pungli, pelecehan itu sudah tidak ada," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

