Ini Tujuan Pembangunan BRT Bandung Raya Versi Kadishub Jabar
Pelaksana harian (Plh) Kapal Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar) Ade Afriandi mengungkapkan, tujuan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) bukan sekedar mengurai kemacetan di Bandung Raya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pelaksana harian (Plh) Kapal Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar) Ade Afriandi mengungkapkan, tujuan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) bukan sekedar mengurai kemacetan di Bandung Raya.
Ade mengatakan, proyek yang kini diambil alih oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini, ditujukan hanya untuk mengoneksi atau mengintegrasikan wilayah-wilayah khususnya yang berada di Cekungan Bandung.
"Jadi supaya publik tahu bahwa BRT ini bukan proyek menghilangkan kemacetan. Tetapi bagaimana mengintegrasikan kebutuhan moda transport dari rumah ke tempat kerja, atau aktivitas sampai nanti kembali lagi ke rumah," ujarnya, Selasa 15 Oktober 2024.
Meski belum memilki data secara pasti, Ade mengklaim bahwa dengan adanya pembangunan BRT ini, dimungkinkan jumlah Kemacetan di wilayah Bandung bisa semakin berkurang.
"Kalau berbicara mengurangi kemacetan ini (BRT) dimungkinkan. Tapi kalau berbicara seberapa efektif, sejujurnya saya belum dapat hasil pengukurannya. Tetapi kalau lihat perkembangan, kalau kita lihat kondisi sekarang, BRT ini menjadi upaya kita dalam menghubungkan semua yang harus dihubungkan," katanya
Meski begitu, Ade menuturkan pihaknya akan terus berupaya agar proyek yang telah direncanakan sejak lama ini di Bandung ini dapat segera dibangun khusunya di awal Tahun 2025.
"Memang sejak 2023 akhir itu sudah dilakukan beberapa upaya. Tapi dievaluasi oleh penjabat (Pj) gubernur itu ada keterlambatan di beberapa tahapan. Sehingga pada saat saya ditugaskan di BRT, saya lakukan akselerasi, dibentuk tim akselerasi secara internal di dinas perhubungan (Dishub) tentu dengan stakeholder terkait, Apakah itu nanti dengan perguruan tinggi karena ini yang paling penting adalah komunikasi kepada publik," pungkasnya
Untuk diketahui, dalam rencana ini, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar) A Koswara menjelaskan, bahwa rencana perubahan Terminal Cicaheum, Kota Bandung menjadi Depo BRT ini sudah berdasarkan hasil kajian Kemenhub lewat Project Management Consultant.
"Jadi Terminal Tipe A Cicaheum sudah disiapkan masuk kedalam bagian sistem transportasi angkutan massal BRT Bandung Raya. Sehingga Terminal Tipe A Cicaheum akan menjadi salah satu dari 7 lokasi yang difungsikan sebagai Depo bus dalam sistem transportasi angkutan massal BRT Bandung Raya," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

