Gebyar Pekan Imunisasi Dunia 2022, Dorong Imunisasi Anak di Jabar Sentuh 95 Persen
Gebyar Pekan Imunisasi Dunia 2022 berlangsung di Halaman PT Biofarma, Bandung, Kamis 2 Juni 2022. Ini tujuannya:
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mendorong imunisasi bagi anak dapat menyentuh angka 95% pada akhir 2022 ini.
Sejumlah program pun digelar guna merealisasikan target tersebut. Salah satunya, menggelar Gebyar Pekan Imunisasi Dunia 2022, di Halaman PT Biofarma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis 2 Juni 2022.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jabar dr. Nina Susana Dewi mengatakan, gelaran ini dalam rangka menyongsong Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Jawa Barat pada Agustus dan September mendatang.
Baca Juga: Pelatih Persib Robert Alberts Dirawat di Rumah Sakit, Usai Tes Darah Diharuskan Istirahat Total
"Memperingati Pekan Imunisasi Dunia ini sebetulnya di pertengahan Mei, tapi karena berbagai hal jadi kita baru bisa melaksanakan ini," ujar Nina.
Menurut Nina, program imunisasi sempat menurut selama adanya Pandemi Covid-19 baik yang ada di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun di Dinkes Jabar. Karena itu, Gebyar Pekan Imunisasi Dunia 2022 dan BIAN menjadi bagian upaya pihaknya untuk mendorong tercapainya target imunisasi sebanyak 95 persen pada akhir tahun 2022 nanti di Jabar.
"Imunisasi yang menurun itu akan muncul beberapa penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi, seperti campak, rubella dan lainnya," katanya.
Baca Juga: Iri Bisnis Rekan Kerja Maju, Dua Pria di Indramayu Nekat Bakar 4 Unit Traktor
Nina memastikan, pihaknya akan terus berupaya membangkitkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya imunisasi bagi anak. Dengan demikian, dia berharap pada tahun 2023 nanti campak dan rubella dapat tereliminasi di Indonesia, khususnya Jabar.
"Dan tahun 2026, polio seharusnya sudah tidak ada," imbuhnya.
Jika melihat data dari Kementerian Kesehatan tahun 2020 ke 2021, Nina menyampaikan, terjadi penurunan imunisasi dengan gap sekitar 9%. Sementara di Jabar ada tahun 2019 ke 2020 masih ada peningkatan mencapai 87%.
"Tapi 2020 ke 2021 sedikit naik jadi 89%, tapi itu di bawah target. Jadi karena di bawah target resiko kita masih tinggi untuk terjadinya penyakit penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi," ungkap Nina.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Kamis 2 Juni 2022: Andin Berikan Ancaman Balik Berhasil Buat Elsa Panik
Disinggung mengenai daerah mana saja di Jabar yang sempat mengalami penurunan imunisasi, Nina tidak merinci namun mengaku hampir merata di setiap kabupaten kota.
"Untuk daerah memang merata, tapi pada intinya kita masih harus meningkatkan kembali. Kita maunya di atas 95% ya Jawa barat itu nanti setelah ada program BIAN," katanya.
Adapun mengenai BIAN, Nina menjelaskan, akan dilakukan pada dua fase di mana untuk Jabar dilaksanakan pada Bulan Agustus dan September 2022 ini. Pada momen itu, pihaknya akan mengejar bagi anak usia 12-59 bulan yang belum lengkap menjalani imunisasi.
Termasuk, Nina melanjutkan, untuk usia 9-59 bulan agar mendapatkan imunisasi campak dama Rubella.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Keberangkatan 4 Kloter Jamaah Haji Kota Bandung
"Tidak melihat status apakah dia pernah atau belum (imunisasi), itu sama-sama diulangi lagi campak dan rubella-nya. Itu untuk meningkatkan imunitas dari semua kelompok di Jabar agar semuanya sehat," ungkapnya.
Khusus di bulan Agustus dan September, dia mengaku, akan mengupayakan program BIAN dapat dilaksanakan secara maksimal. Karena itu, menjelang pelaksanaan, pihaknya beserta kabupaten kota akan melakukan sejumlah sosialisasi dan memastikan kesiapan vaksin juga tempat imunisasi.
"Kabupaten kota sudah menyiapkan mircroplan sendiri untuk BIAN ini dan diharapkan sampai September itu, sebelum 2023 bisa di atas 90 persen, kita maunya 95 persen," katanya.
Baca Juga: Saber Pungli Ultimatum Oknum Tidak Bermain dalam PPDB, Spanduk Peringatan Disebar di Setiap Sekolah
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan sejumlah OPD dan pihak terkait
"Terutama bekerja sama juga dengan Disdik, sekolah dan pesantren. Termasuk puskesmas juga harus menyiapkan juga dengan rumah sakit," katanya.
Adapun pada Gebyar Pekan Imunisasi Dunia 2022, digelar juga stand pelayanan imunisasi, museum biofarma, pasar murah, pemeriksaan gula dan kolestrol.
Selain itu, pihaknya juga membagikan hadiah bagi pemenang lomba kaleidoskop imunisasi di 27 kabupaten kota.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 2 Juni 2022: Mama Sarah Termakan Jebakan Ricky, Bukti DNA Palsu Mulai Menyebar
"Jadi lomba untuk di daerah daerah untuk membangkitkan bahwa imunisasi itu penting," pungkasnya. (riantonurdiansyah)
Editor : inilahkoran


