Takziah ke Ridwan Kamil, Umuh Muchtar Ungkap Pernah Kehilangan Anak
Umuh Muchtar mengaku bisa merasakan kehilangan yang saat ini dialami Ridwan Kamil lanatran dia pernah kehilangan anak bungsunya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar turut merasakan duka yang mendalam untuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang kehilangan putra sulungnya, Emmerial Kahn Mumtadz alias Eril di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss.
Umuh Muchtar berharap Ridwan Kamil dan keluarga diberikan ketabahan, kekuatan atas cobaan yang diberikan Sang Pencipta. Sebab tidak mudah untuk bisa menghadapinya.
"Saya saja tidak bisa melupakan anak saya yang baru 16 tahun, apalagi ini sudah dewasa, sudah lulus S1 dan mau S2. Sehari-hari dekat sama ibu dan bapaknya, bercanda setiap hari. Pasti Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) selalu mengenang, itu yang pasti terbayang," ungkap Umuh Muchtar usai melakukan takziah di Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu 4 Juni 2022.
Baca Juga: Buat Bobotoh! Ini Pesan Khusus dari Umuh Muchtar Jelang Turnamen Pramusim 2022
Pria yang akrab disapa Pak Haji ini mengaku pernah mengalami hal yang sama dengan kehilangan anak bungsunya. Saat itu, anaknya baru berusia 16 tahub, tepatnya pada tahun 1999 akhir.
"Saya mengalami enam bulan tidak keluar rumah, tidak megang pintu untuk bisa keluar rumah," katanya.
Karena itu, Umuh Muchtar berharap Ridwan Kamil dan keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dengan cobaan yang dirasa cukup berat ini. Selain itu, pria berkumis tebal ini juga meminta orang nomor satu di Jabar itu diberikan kesehatan.
Baca Juga: Bima Beri Pelukan Menguatkan untuk Ridwan Kamil
"Beliau juga tadi terlihat tabah, tapi saya yakin di dalam hatinya tetap bergejolak, karena saya pernah merasakannya. Di depan khalayak harus tabah sebagai pemimpin. Saya yakin kalau sudah masuk kamar, sendiri, makannya gak boleh banyak-banyak sendirian," tuturnya.
Umuh Muchtar juga menyampaikan doa apabila Eril benar-benar sudah dinyatakan meninggal dunia. Salah satunya agar mendapatkan tempat terindah di surga.
"Mudah-mudahan semoga diterima iman Islamnya, Allah memberikan jalan yang terbaik, dihapunten kalepatanna (dimaafkan segala kesalahan), dicaangkeun alam kuburna (diterangi alam kuburnya). Tapi tidak menutup kemungkinan, Allah maha adil, Allah maha tahu," tutupnya mengakhiri.(Muhammad Ginanjar)
Editor : inilahkoran


