Pengelola Wisata Diimbau Disparbud Jabar untuk Pantau Terus Kondisi Cuaca
Para pengelola wisata diimbau Kepala Disparbud Jabar Benny Bachtiar agar menutup lokasi wisata jika kondisi cuaca berbahaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Disparbud Jabar Benny Bachtiar mengimbau para pengelola agar menutup lokasi wisata jika kondisi cuaca dirasa berbahaya bagi wisatawan.
Menurutnya, akhir-akhir ini kondisi cuaca menunjukkan intensitas curah hujan cenderung tinggi terjadi di Jabar beberapa pekan terakhir. Untuk itu, para pengelola wisata diharapkan terus memantau perkembangan dari BMKG.
"Untuk para pengelola wisata, pantau perkembangan cuaca dari BMKG. Kalau dirasa membahayakan dan merugikan sebaiknya tidak membuka kegiatan usahanya tersebut. Sehingga hal yang tidak diinginkan bisa segera diantisipasi," ujar Benny, Minggu 12 Juni 2022.
Pun demikian bagi para masyarakat yang hendak melakukan wisata, Benny juga mengimbau agar meninjau kondisi cuaca tempat tujuan sebelum berwisata.
"Saya imbau kepada masyarakat sebelum melakukan aktivitas wisata lebih dahulu mengecek BMKG kondisi destinasi wisata yang akan dikunjungi," tuturnya.
Menurut Benny, seperti yang disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di mana kahati-hatian adalah kunci keselamatan bagi wisatawan. Karena itu, wisatawan dan pengelola destinasi wisata harus menerapkan hal itu dengan memantau terus perkembangan wisata untuk mewaspadai potensi bencana hidrologis.
Baca Juga: Setelah Sukses di Film “KKN Di Desa Penari”, Tissa Biani Ogah Terima Tawaran Film Horor Lagi
"Sama seperti yang disampaikan Pak Gubernur karena kehati-hatian jadi kunci keselamatan bagi wisatawan. Memang kita memantau terus dari BMKG bagaimana pergerakannya," katanya.
Terlebih, menurut dia, potensi bencana hidrologis di area wisata wilayah Jawa Barat sangat mungkin terjadi. Apalagi destinasi wisata alam, baik itu pegunungan, air terjun, dan pantai yang memang jadi primadona wisata Jabar.
"Bagaimana kita menjaga wisatawan ini di dalam aktivitas wisatanya. Kalau dirasa berbahaya sebaiknya dilarang sebelum mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," katanya.
Baca Juga: Uni Eropa dan Aprindo Pererat Hubungan Dagang Produk Asal Eropa
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan mayoritas bencana alam yang terjadi di Jawa Barat selalu berhubungan dengan air. Namun kunci utamanya adalah meningkatkan kewaspadaan.
"Secara umum bencana di Jawa Barat itu mayoritas berhubungan dengan air. Kadang-kadang kalau di dataran rata itu banjir, kalau di daerah yang miring-miring itu suka longsor, suka ada banjir bandang, dan lain sebagainya. Kunci pertama adalah waspada," ujar Ridwan Kamil di kawasan sungai Ciwidey, Rabu 8 JUni 2022.
Ridwan meminta seluruh warga Jawa Barat yang tempat tinggalnya berdekatan dengan bantaran sungai, agar diupayakan menjauh dan tidak membangun rumah atau bangunan di pinggir sungai.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Klaim Sudah Penuhi Hak-Hak Anak
"Kunci kedua adalah kalau bisa menjauhi sumber-sumber kebencanaan, jadi bangunan-bangunan itu harus introspeksi, sebaiknya bergeser dari bantaran yang terlalu nempel ke air ya," ujarnya.
Sekuat apapun bangunan yang dibangun di dekat bantaran sungai, menurut dia, tetap akan mengalami rapuh. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : inilahkoran


