Pemotongan Hewan Kurban di RPH Menurun

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Arifin Soedjayana mengatakan terjadi penurunan minat masyarakat RPH

Pemotongan Hewan Kurban di RPH Menurun
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Arifin Soedjayana mengatakan terjadi penurunan minat masyarakat dalam melakukan pemotongan hewan kurban pada Iduladha 1443 Hijriyah di Rumah Potong Hewan (RPH)

INILAHKORAN, Bandung-Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Arifin Soedjayana mengatakan terjadi penurunan minat masyarakat dalam melakukan pemotongan hewan kurban pada Iduladha 1443 Hijriyah di Rumah Potong Hewan (RPH).

Kendati demikian, Arifin belum mendapatkan data secara keseluruhan berapa jumlah pasti penurunan dari RPH.

Namun, menurut dia, penurunan terjadi lantaran kelonggaran aturan pemerintah yang sudah mengizinkan masyarakat untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di lapangan dan di tempat lainnya. 
 
 
"Laporan dan pemantauan petugas kami, itu kemarin (pelaksanaan penyembelihan hewan kurban) di RPH secara kuantitatif jumlahnya menurun dibandingkan tahun kemarin (2020 - 2021)," ujar Kepala DKPP Jabar, Arifin Soedjayana, Senin (11/7/2022). 
 
Menurut dia, masyarakat banyak yang melakukan pemotongan hewan kurban di lapangan dan tempat lainnya yang sudah diatur oleh pemerintah. 
 
"Untuk data masih dalam proses rekap, tapi untuk laporan sementara seperti di RPH Ciroyom, itu kemarin jumlahnya sangat menurun," ungkapnya. 
 
 
DKPP Jabar sendiri, dia menyampaikan, telah melakukan pemeriksaan hewan kurban pada hari H Iduladha. Itu untuk memastikan kesehatan hewan kurban agar layak disembelih. Dengan demikian, hewan kurban di Jabar dipastikan layak disembelih. 
 
"Tapi kalau untuk PMK sendiri, kemarin itu setelah dilakukan pemeriksaan itu semuanya (hewan kurban di Jabar) tidak ditemukan," katanya. 
 
Kendati demikian, pihaknya menemukan hewan kurban jenis sapi tidak layak konsumsi di dua kabupaten/kota. Hewan kurban sapi itu diketahui terdapat cacing di bagian hati.
 
 
"Jadi ada di Kota Bandung dan di Kabupaten Majalengka. Kemarin saat kurban Iduladha ditemukan ada cacing hati pada hewan kurban sapi," ucapnya. 
 
Arifin menjelaskan, kondisi hewan sapi yang ditemukan cacing hati ini ditemukan saat tim DKPP Jabar pada saat melakukan pemeriksaan pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di kabupaten/kota di Jabar. 
 
"DKPP Jabar turunkan 12 tim pemeriksa untuk memonitoring ke seluruh kabupaten kota di Jabar. Dan ditemukan beberapa hewan ada cacing hati," ungkapnya. 
 
 
Hingga saat ini, Arifin memastikan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap berapa hewan kurban yang dagingnya tidak layak dikonsumsi. Sehingga, dia masih belum mengetahui jumlah pasti hewan kurban di Jabar yang tidak layak dibagikan pada masyarakat. 
 
"Kalau jumlahnya (yang kena cacing hati) itu tidak terlalu banyak, dan sekarang ini juga masih dalam proses rekap data. Tapi untuk laporan sementara seperti itu," ucapnya. 
 
Mengenai penanganan dari hewan ya g ditemukan cacing hati itu, Arifin mengatakan bahwa dilakukan tindakan sesuai dengan prosedur keamana panganan. Daging hewan kurban langsung diminta untuk tidak dibagikan ke masyarakat. 
 
 
"Kita langsung mengkoordinasikan bahwa untuk tidak didistribusikan (daging hewan kirban). Tapi yang terdampak cacing itu tidak banyak, namun ditemukan adanya cacing hati," katanya. (Riantonurdiansyah)***


Editor : inilahkoran