Ridwan Kamil Pernah Jadi Korban Bully, Kini Berharap 3 Pelaku Perundungan di Tasikmalaya Dihukum Tegas

Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil meminta tiga pelaku kasus bully atau perundungan di Tasikmalaya mendapatkan sanksi tegas.

Ridwan Kamil Pernah Jadi Korban Bully,  Kini Berharap 3 Pelaku Perundungan di Tasikmalaya Dihukum Tegas
Gubernur Jabar beri komentar soal kasus bully atau perundungan di Tasikmalaya.
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil meminta tiga pelaku kasus bully atau perundungan di Tasikmalaya mendapatkan sanksi tegas.
 
Meskipun para pelaku bully di Tasikmalaya itu masih anak-anak, Ridwan Kamil menilai sanksi tegas jadi hal wajib demi menimbulkan efek jera.
 
Terlebih anak 11 tahun korban bully di Tasikmalaya yang dipaksa menyetubuhi kucing, itu meninggal dunia akibat depresi.
 
 
Ridwan Kamil pun mengapresiasi langkah pihak kepolisian, yang menetapkan status tersangka kepada tiga pelaku tersebut.
 
"Harus ada sanksi untuk pelaku bully. Harus ada efek jera, walaupun anak-anak. Perbuatan seperti ini tidak dibenarkan dan kita lihat sekarang statusnya sudah tersangka," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Rabu 27 Juli 2022.
 
Kang Emil-sapaannya- melanjutkan, dirinya pernah mengalami hal serupa ketika kecil dan mengetahui betul efek psikologis yang dialami korban.
 
 
Sehingga apapun bentuknya, bullying sangat tidak baik dilakukan.
 
"Saya pernah jadi korban bully waktu SMP. Sampai ketika saya jadi pengurus OSIS, saya memilih bidang perpustakaan. Supaya pas di jam istirahat saya bisa sembunyi di perpustakaan agar tidak dibully," ucapnya.
 
Dia pun meminta kepada seluruh orangtua dan guru, agar terus memerhatikan anak dan jangan membiarkan bullying membudaya. Moral dan etika harus dididik kepada anak, agar kejadian serupa tidak lagi terjadi.
 
 
"Ini pembelajaran bagi orangtua. Orangtua, dirumah adalah pengganti guru. Ajarkan anak nilai moral dan etika. Lalu guru di sekolah, jangan hanya mengurus pelajaran saja. Tapi ikut turun memerhatikan anak. Sebab di sekolah, guru adalah orangtua anak. Jangan sampai kejadian ini terjadi lagi," harapnya.*** (Yuliantono)
 
 
 
 


Editor : inilahkoran