Jalan Rusak di Cipatat Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Cipatat Inisiatif Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

aksi tanam pohon pisang yang kembali terjadi dan dilakukan warga Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat di Jalan Cirata yang merupakan akses menuju lokasi TPA Sarimukti.

Jalan Rusak di Cipatat Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Cipatat Inisiatif Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

INILAHKORAN, Ngamprah - Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam bidang pembangunan infrastruktur jalan terus berkembang.Seperti yang dirasakan warga Cipatat KBB terkait jalan rusak di wilayahnya. 

Hal itu dibuktikan dengan aksi tanam pohon pisang yang kembali terjadi dan dilakukan warga Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat di Jalan Cirata yang merupakan akses menuju lokasi TPA Sarimukti.

Aksi penanaman pohon pisang tersebut dilakukan di ruas jalan yang berbatasan antara Desa Mandalasari dengan Desa Rajamandala Kulon.

Ketua Karang Taruna Desa Rajamandala Kulon, Kurniawan mengatakan, aksi tanam pohon pisang di lubang jalan sudah berlangsung sekitar sepekan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud kekesalan warga kepada pemerintah lantaran jalan rusak tersebut tak kunjung diperbaiki.

"Sudah banyak makan korban, terutama pemotor yang terjatuh hampir setiap hari terjadi," katanya Jumat 25 November 2022.

Ia menyebut, kecelakaan kerap terjadi pada malam hari, terlebih saat sedang turun hujan. Akibatnya, lubang jalan menjadi tidak terlihat lantaran tergenang air hujan.

"Bahkan, para pengendara yang tidak tahu medan, banyak yang terperosok hingga terjatuh. Apalagi pada malam hari, Jalan Cirata minim penerangan jadinya gelap gulita," sebutnya.

Tak hanya sepeda motor, sambung dia, truk pengangkut sampah juga banyak yang terguling gara-gara melindas jalan berlubang. Bahkan, banyaknya kendaraan yang terjebak lubang jalan, membuat Karang Taruna Desa Rajamandala Kulon berinisiatif memposting kondisi jalan rusak tersebut ke media sosial.

"Tak lama setelah ramai di media sosial, barulah ada tindakan dari instansi berwenang," imbuhnya.

Meski begitu, Majelis Pertimbangan Karang Taruna Desa Rajamandala Kulon, Dadan Ahmad menyayangkan perbaikan jalan rusak tersebut tak sesuai harapan. Pasalnya, lubang jalan hanya ditambal dengan aspal.

"Jalan Cirata ini setiap hari dilalui puluhan truk besar pengangkut sampah. Jadinya jalan yang hanya diaspal ini cepat rusak," terangnya.

Ia pun memperkirakan panjang jalan yang rusak 
mencapai sekitar 4 kilometer. Menurutnya, lebih baik jika perbaikan tidak hanya sekadar diaspal namun dibeton.

"Terus terang kami bingung juga, kepada siapa sebenarnya aspirasi maupun keluhan jalan rusak ini disampaikan. Jalan Cirata statusnya jalan provinsi, sementara akses ini menjadi lalu lintas pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti," keluhnya.

"Nah ini jadi pertanyaan kami, siapa pihak yang bertanggung jawab untuk memperbaikinya," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti