Jangan Salah, Imunisasi Campak Wajib hingga Usia 18 Bulan
Imunisasi campak bukan hanya dilakukan saat usia anak 9 bulan namun wajib dilakukan imunisasi lanjiutan hingga usia 18 bulan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peningkatan kasus campak di Kota Bandung disinyalir kuat adanya kesalahpahaman masyarakat terkait imunisasi.
Dinkes Kota Bandung pun mengaku sebagian warga beranggapan imunisasi campak cukup dilakukan sekali pada usia sembilan bulan. Padahal, imunisasi lanjutan wajib diberikan kembali pada usia 18 bulan.
“imunisasi dasar memang diberikan pada anak usia sembilan bulan. Cakupannya sudah sangat baik, rata-rata di atas 90 persen. Namun untuk imunisasi lanjutan di usia 18 bulan, cakupannya masih di bawah 90 persen,” kata Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Dadan Mulyana Kosasih, Sabtu (4/4/2026).
Sambung dia, persepsi yang salah itu kemungkinan besar dipengaruhi kampanye imunisasi di masa lalu yang berhenti pada usia sembilan bulan. Masih ada masyarakat, yang menganggap imunisasi selesai di sembilan bulan. Padahal di umur 18 bulan, ada imunisasi lanjutan yang wajib diterima anak.
Selain faktor mispersepsi, Dadan juga menyebut mobilitas warga Kota Bandung yang tinggi sebagai kota terbuka turut berkontribusi terhadap penyebaran penyakit.
“Kita memang harus siap dengan kondisi penyakit yang datang dari luar. Mobilitas tinggi membuat risiko penularan semakin besar,” ucapnya.
Pihaknya menekankan, campak merupakan penyakit berbahaya dan sangat mudah menular. Tetapi bisa dicegah dengan imunisasi.
“Kalau cakupan imunisasi bisa mencapai 95 persen, seluruh warga bisa terlindungi. Sisanya lima persen, kita anggap untuk mereka yang memang punya kontraindikasi terhadap vaksin,” ujar dia.
Meski begitu ditambahkannya, tantangan lain yang dihadapi adalah masih adanya masyarakat yang menolak imunisasi. Bahkan saat program imunisasi kejar dilaksanakan.
"Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami melibatkan aparat kewilayahan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar program imunisasi berjalan sukses," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

