Jaro Peloy dan Kades Kiarasari Siap Fasilitasi Korban Bencana Tanah Longsor di Lokasi PETI Banyumas
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin atau Jaro Peloy dan Kepala Desa Kiarasari Ahyar siap memfasilitasi keluarga korban bencana tanah longsor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin atau Jaro Peloy dan Kepala Desa Kiarasari Ahyar siap memfasilitasi keluarga korban bencana tanah longsor.
Hal itu, karena domisili 8 orang korban bencana tanah longsor di lokasi usaha penambang emas tanpa ijin (PETI) di Desa Pancurendang, Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah itu dari beberapa desa di Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Nanggung ternyata mereka semua masih bersaudara.
"Semua korban bencana tanah longsor di lokasi usaha PETI di Desa Pancurendang, Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah masih satu keluarga, dimana keluarga intinya ada di Desa Kiarasari. Kami siap memfasilitasi keluarganya untuk datang ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP)," kata Nurodin kepada wartawan, Rabu, 26 Juli 2023 malam.
Pria yang akrab disapa Jaro Peloy ini mengaku sudah mengetahui kabar duka tersebut pada Rabu dini hari, ia pun langsung berkordinasi dengam Kades Kiarasari untuk menenangkan psikologis keluarga korban.
"Keluarga korbannya sudah mengetahui resiko perihal keluarganya yang mengadu nasib di Kabupaten Banyumas namun kami tetap menciba menenangkan mereka, bahwa kami yang juga warga Desa Kiara hadir dan turut prihatin," tutur Jaro Peloy.
Sebelumnya, 8 orang penambang emas tanpa ijin (PETI) atau gurandil terjebak dalam tambang emas rakyat di Desa Pancurendang, Ajibarang, Banyumas.
8 orang gurandil tersebut dikabarkan warga Kabupaten Bogor, 7 orang warga Kecamatan Sukajaya dan 1 orang lainnya warga Kecamatan Nanggung.
Delapan orang gurandil tersebut merupakan laki-laki dengan rentang usia 29 hingga 44 tahun. Mereka menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi selasa malam pukul 23.00 WIB kemarin, 25 Juli 2023.
Saat ini, Tim SAR gabungan masih dalam proses mencari, menangani dan mengevakuasi para korban bencana tanah longsor dengan dugaan kedalaman 20 meter dibawah permukaan air. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti

